Laboratorium Lingkungan Kabupaten Bondowoso

Latar Belakang Pendirian

Laboratorium Lingkungan Kabupaten Bondowoso dibangun dengan Dana Alokasi Khusus tahun 2007. Dilatar belakangi terjadinya penurunan kualitas air di sebagian besar daerah di Indonesia. Pembangunan Laboratorium Lingkungan dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan daerah dalam melakukan pemantauan kualitas air melalui penyediaan data kualitas air yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kondisi sumberdaya air di Kabupaten Bondowoso yang juga mendorong pendirian Laboratorium Lingkungan adalah:
1. Adanya penurunan kualitas lingkungan meliputi air dan tanah akibat kegiatan industri, permukiman, transportasi, pengelolaan hutan, perubahan iklim global, pertanian, perikanan, perkebunan, dll. Serta potensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan pemakaian bahan bakar. Penurunan kualitas air dapat dilihat pada laporan pemantauan kualitas air Kabupaten Bondowoso tahun 2007, dimana status sungai Sampean sudah masuk kelas D atau cemar berat.
2. Semakin berkurangnya sumber mata air dan cadangan debit air di Kabupaten Bondowoso, salah satu buktinya adalah tingginya fluktuasi debit Sungai Sampean yang menunjukkan terganggunya fungsi hidrologi di DAS Sampean.

Secara fisik bangunan gedung Laboratorium Lingkungan yang berlokasi di kompleks RSUD Dr. H Koesnadi Bondowoso telah selesai dibangun pada bulan Nopember 2008, namun dengan berbagai kendala, akhirnya baru dapat ditempati dan dipersiapkan untuk beroperasi pada akhir Juni 2008.

Kelembagaan

Sampai saat ini bentuk lembaga laboratorium belum memiliki kekuatan hukum, karena legal aspek pendirian Laboratorium sampai saat ini masih berupa draft. Tersendatnya penyelesaian legal aspect salah satunya dipengaruhi terjadinya suksesi di tingkat Kabupaten Bondowoso (baru pada tgl 15 September 2008 dilaksanakan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso). Pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati ini urusan Legal aspect menjadi agenda utama pihak manajemen Lab untuk segera di golkan.

Aktifitas Lab

Sejak akhir Juni hingga saat ini aktivitas di laboratorium lingkungan masih sebatas persiapan-persiapan untuk nantinya dapat operasional. Energi terserap untuk mengurusi pekerjaan pengadaan Alat-alat Lab (alat yang sudah ada masih kurang lengkap), pengadaan mebel, dan pengadaan Mobile Lab. Selain itu juga dilakukan training-training secara mandiri untuk dapat mengoperasikan alat-alat yang sudah ada secara baik, Studi banding dan konsultasi ke Laboratorium lingkungan lain yang sudah eksis (Lab Lingkungan Kab. Mojokerto dan Lab Uji Kualitas Air Dinas PU Binamarga di Waru). Juga dilakukan Kerjasama dengan Lab. Uji Kualitas Air PU Binamarga untuk melakukan pengambilan contoh uji sekaligus analisa kualitas air.

Kendala-kendala

Ketiadaan legal aspect hingga saat ini dirasa sebagai kendala terbesar bagi Laboratorium Lingkungan. Kendala lainnya adalah SDM yang masih belum siap mengoperasionalkan lab. Dari sisi SDM, sebenarnya SDM yang ada memiliki latar belakang yang cukup, misalnya Teknik Lingkungan dan Teknik Kimia, hanya saja personil tersebut telah cukup lama tidak menangani hal teknis tetapi lebih disibukkan masalah administrasi selama bertahun-tahun terakhir. Akibatnya harus kembali dilakukan penyegaran dan banyak-banyak training untuk dapat memberdayakan SDM yang ada, dan itu semua membutuhkan waktu yang cukup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s