PENGALAMAN MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF

Mas Asa umur 5 bln

Mas Asa umur 5 bln

Kampanye ASI eksklusif pertama kali saya kenal pada sekitar tahun 2002, pada waktu itu kakak baru saja mendapatkan putri pertama dan sangat bersemangat mencari-cari informasi melalui internet untuk dapat memberikan yang terbaik bagi putrinya. Dan sayapun meski saat itu masih baru lepas dari bangku kuliah dan belum berkeluarga juga tak luput dari kampanye ASI eksklusif sang Kakak.

Tiba saat kami menunggu kelahiran anak pertama (Tahun 2005) beragam bacaan yang saya tekuni membuat saya dan suami semakin mantap untuk memberikan ASI Eksklusif bagi buah kami nantinya. Ternyata kenyataan tidak semudah yang saya bayangkan. Bulan Juli 2005 lahir putra pertama kami, Alhamdulillah dengan proses persalinan normal (meski sangat melelahkan, menyakitkan dan berdarah-darah, namun juga teramat indah). Arundaya sairendra (Asa, begitu kami memanggilnya), Matahari kami, lahir dengan berat 3,3 kg normal, sehat, tak kurang suatu apa.

Setelah Asa Lahir bidan segera memberinya beberapa sendok air madu. Saya sangat berkeberatan karena saya sangat yakin anak saya akan baik-baik saja justru hanya dengan ASI Bundanya. Namun Bidan Bersikeras tetap memberikan air madu (yang telah disiapkan sejak sebelum jabang bayi lahir). Kondisi saya yang sangat lemah saat itu ditambah kurang percaya diri (karena pengalam anak pertama) membuat saya akhirnya luluh dan membiarkan saja prelactal feeding pada buah hati saya.

Beberapa saat kemudia Bidan menyuruh suami saya untuk membeli dot dan susu formula yg diresepkannya di Apotek. Saya dan suami makin gusar, Bidan memaksa. Akhirnya kami mengalah, pupus sudah harapan memberikan Makanan terbaik bagi ASA.

Sepulang dari tempat praktek Bidan saya bertekad untuk memberikan hanya ASI untuk anak saya. Namun lagi-lagi segalanya tidak mudah. Saya mengalami trauma pasca persalinan, kesakitan terus-menerus dan sangat lemah (saya menjalani episiotomi dan dengan belasan jahitan), sementara Asa kecil seringkali menangis mungkin kelaparan karena ASI belum lancar atau apa? Akhirnya Ayah dan neneknya memberikan lagi susu formula pada Asa, mereka ingin saya lebih banyak istirahat terutama saat malam hari.

Setelah kondisi saya semakin membaik, saya baru bisa memberikan ASI dengan lancar pada buah hati saya, itu lakukan hingga Asa berumur 4 bulan. Dan dengan ASI pertumbuhan dan perkembangan Asa sangat menggembirakan.

Asa berumur 8 bulan ketika saya mulai hamil anak kedua kami. Pengalaman yang kurang enak dengan Bidan yang menangani kelahiran Asa membuat saya mencari Bidan Lain. Saya mendapatkan kandidat, seorang bidan yang sepaham dengan saya tentang pentingnya ASI ekslusif, Bolehnya seorang ibu menyusui meski sedang hamil, upaya dihindarinya episiotomi dll. Akhirnya pada bulan Desember 2006 lahirlah Rani kecil. Alhamdulillah dengan proses normal yang sangat mudah, tanpa episiotomi yang menyakitkan. Begitu lahir Rani dilap, dibungkus selimut lalu diberikan ASI (waktu itu belum dikenal inisiasi dini di kota saya). Rani kecil begitu rakus minum ASI sejak awal dia mengenalnya sampai saat ini (sekarang dia 20 bulan).

Pengalaman membuktikan bahwa ASI eksklusif sangat-sangat berarti tidak saja untuk tumbuh-kembang anak, tetapi juga buat ibunya. Dua anak saya tumbuh dengan ASI, keduanya secara fisik memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari rata-rata anak seusianya (tinggi besar dan bukan gemuk), kecerdasannya juga sangat membanggakan misalnya saja Asa, Umur 13 bulan sudah pintar bicara, 18 bulan mulai menyanyi dan usia 2 tahunan menciptakan irama sendiri, usia 3 tahun Asa sudah bisa merangkai leggo menjadi bangunan bertingkat hingga lebih dari 10 tingkat. Begitu pula Rani 20 bulan sudah pintar bernyanyi, juga mulai meniru sang Kakak bermain leggo hingga bisa membuat sebuah kubus kecil sederhana.

Buat saya, memberikan ASI sangat berguna untuk mengembalikan bobot tubuh pasca melahirkan. Saat Hamil Asa BB saya mencapai 68 kg, dan turun menjadi 60 kg sesaat setelah melahirkan. Tidak lama kemudian, berat badan saya menjadi 56 kg, lalu turun lagi dan stabil di angka 54 kg. Setelah melahirkan Rani BB makin cepat turun, mungkin ini karena saya juga melakukan senam nifas secara teratur. Hanya beberapa bulan setelah melahirkan Rani BB saya kembali pada angka 50 kg ( Berat badan yang sama dengan masa saya SMU hingga sebelum hamil!!). Hebat kan?

Nah, buat saya dan suami, pokoknya ASI TOP dech!

Iklan

One thought on “PENGALAMAN MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s