Aspek Teknis Dan Kelembagaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) – Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)

(Materi sosialisasi AMDAL dan UKL-UPL Tahun 2004)

AMDAL TERDIRI DARI :
– KERANGKA ACUAN
– ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN (ANDAL)
– RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (RKL)
– RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL)

TAHAPAN STUDI AMDAL :
A.    IDENTIFIKASI KOMPONEN RENCANA KEGIATAN DAN RONA LINGKUNGAN AWAL YANG AKAN MENIMBULKAN DAMPAK PENTING
B.    IDENTIFIKASI KOMPONEN LINGKUNGAN YANG AKAN TERKENA DAMPAK
C.    PERKIRAAN PERUBAHAN RONA LINGKUNGAN AKIBAT RENCANA KEGIATAN (PENDUGAAN DAMPAK PENTING)
D.    EVALUASI DAMPAK PENTING
E.    REKOMENDASI BERUPA RKL DAN RPL BAGI PEMRAKARSA DALAM PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN DAMPAK LINGKUNGAN

Alur Kebijakan:

AMDAL –PERNYATAAN LAYAK LINGKUNGAN –> PROYEK LAYAK BANGUN–>RKL & RPL  DILAKSANAKAN

KONDISI AMDAL DI INDONESIA SAAT INI

PANDANGAN DAN KOMITMEN PEMRAKARSA

– AMDAL Dan implementasinya dipandang sebagai cost center
– Tidak ada insentif maupun  sanksi bagi pemrakarsa yang:
– Menyusun dg tidak menyusun AMDAL (walau tergolong wajib AMDAL
– Menyusun AMDAL secara benar dan baik dg yang asal jadi
– Mengimplementasikan AMDAL dg yg tidak
– Tidak mengetahui ada perbedaan manfaat bila AMDAL disusun sbg bagian dr studi kelayakan dg bila disusun sesudahnya

Di KALANGAN  APARATUR PEMERINTAH
– AMDAL lebih dipandang semata-mata sebagai instrumen perijinan daripada sebagai instrumen pengelola lingkungan
– Dok. AMDAL harus mencantumkan serinci mungkin upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan
– Terbatas SDM yang berkemampuan menilai AMDAL
– AMDAL masih dipandang sebagai komoditas ekonomi oleh oknum aparatur pemerintah, pemrakarsa atau konsultan tertentu

PANDANGAN PENYUSUN AMDAL
– AMDAL akan disusun lebih baik bila data dan informasi rencana usaha dan atau kegiatan ter-sedia lengkap
– RKL ditujukan ke seluruh komponen lingkungan yang terkena dampak penting
– RPL ditujukan ke seluruh komponen lingkungan yang terkena dampak penting dan belum dibatasi pada komponen tertentu yg merupakan sensitif indikator

KEBIJAKAN, PERATURAN PER-UNDANGAN DAN PENEGAKANNYA
Lemahnya penegakan hukum bagi:
– Usaha/kegiatan yang tidak menyusun AMDAL (meski termasuk wajib AMDAL)
– Usaha/kegiatan yg tidak melaksanakan hasil AMDAL

PELAKSANAAN AMDAL KAB. BONDOWOSO
– Koordinasi oleh    : Badan Lingkungan Hidup
– Instrument    : SK Pembentukan komisi Penilai AMDAL dan Tim Teknis Penilai

KENDALA-KENDALA :
– Kurangnya jumlah SDM dalam Tim Komisi yang telah mendapatkan kursus AMDAL (Type A, B, C maupun C plus)
– Kurang memadainya kemampuan Tim dalam melakukan penilaian terhadap draft AMDAL
– Kurangnya wawasan AMDAL di kalangan aparatur pemerintah

PENINGKATAN KUALITAS PELAKSANAAN AMDAL
Kebijakan Nasional :
*Pemberian Kewenangan AMDAL yg lebih besar pada pemerintah daerah, tercermin dlm:
– Ketentuan PP 27 Th. 1999 Ttg AMDAL
– KEPMENLH No. 17 Th 2001 Ttg Jenis Rencana usaha/kegiatan yang wajib dilengkapi AMDAL
– KEPMENLH No. 40 Th 2000 Ttg tata Kerja komisi Penilai AMDAL
*Kewajiban pelibatan masyarakat dalam AMDAL (KEPKA BAPEDAL No. 8 Th. 2000)
*Peningkatan kualitas penyusun AMDAL
– Akreditasi lembaga penyelenggara kursus AMDAL
– Sertifikasi terhadap peresonil penyusun
*Peningkatan kualitas penilai AMDAL (KEPMENLH NO. 41 Th 200 ttg Pedoman pembentukan Komisi Penilai Kabupaten/Kota)

UKL-UPL (UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN)

– DOKUMEN UKL-UPL DIBUAT  PADA FASE PERENCANAAN PROYEK SEBAGAI KELENGKAPAN DALAM DALAM MEMPEROLEH PERIZINAN
– BAGI USAHA/KEGIATAN YG TELAH BERJALAN NAMUN BELUM MEMILIKI UKL-UPL DIWAJIBKAN MENYUSUN DPLH (Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup)
– DIBUAT UNTUK PROYEK-PROYEK YANG DAMPAK LINGKUNGAN DAPAT DIATASI, SKALA PENGENDALIANNYA KECIL DAN TIDAK KOMPLEKS

FORMAT UKL-UPL SESUAI PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP DAN SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

Lampiran II
Peraturan Menteri Negara
Lingkungan Hidup
Nomor : 13 Tahun 2010
Tanggal : 7 Mei 2010

FORMAT PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN
UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL-UPL)
UKL-UPL minimal berisi hal-hal sebagai berikut:

I. IDENTITAS PEMRAKARSA
1. Nama perusahaan : ________________________________
2. Nama pemrakarsa : ________________________________
3. Alamat kantor,
nomor telepon/fax
: ________________________________
II. RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
1. Nama rencana usaha
dan/atau kegiatan
: ___________________________________
2. Lokasi rencana usaha
dan/atau kegiatan
: ___________________________________
Keterangan:
Tuliskan lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan, seperti antara lain:
nama jalan, desa, kecamatan, kabupaten/kota dan propinsi tempat
akan dilakukannya rencana usahan dan/atau kegiatan. Untuk
kegiatan-kegiatan yang mempunyai skala usaha dan/atau kegiatan
besar, seperti kegiatan pertambangan, perlu dilengkapi dengan peta
lokasi kegiatan dengan skala yang memadai (1:50.000 bila ada) dan
letak lokasi berdasarkan Garis Lintang dan Garis Bujur.
3. Skala usaha dan/atau Kegiatan : _______________________ (satuan)
Keterangan:
Tuliskan ukuran luasan dan atau panjang dan/atau volume dan/atau
kapasitas atau besaran lain yang dapat digunakan untuk memberikan
gambaran tentang skala kegiatan. Sebagai contoh antara lain:
1. Bidang Industri: jenis dan kapasitas produksi, jumlah bahan baku
dan penolong, jumlah penggunaan energi dan jumlah penggunaan air
2. Bidang Pertambangan: luas lahan, cadangan dan kualitas bahan
tambang, panjang dan luas lintasan uji seismik dan jumlah bahan
peledak
3. Bidang Perhubungan: luas, panjang dan volume fasilitas
perhubungan yang akan dibangun, kedalaman tambatan dan bobot
kapal sandar dan ukuran-ukuran lain yang sesuai dengan bidang
perhubungan
4. Pertanian: luas rencana usaha dan/atau kegiatan, kapasitas unit
pengolahan, jumlah bahan baku dan penolong, jumlah penggunaan
energi dan jumlah penggunaan air
5. Bidang Pariwisata: luas lahan yang digunakan, luas fasiltas
pariwisata yang akan dibangun, jumlah kamar, jumlah mesin
laundry, jumlah hole, kapasitas tempat duduk tempat hiburan dan
jumlah kursi restoran
4. Garis Besar Komponen Rencana Usaha dan/atau Kegiatan
Tuliskan komponen-komponen rencana usaha dan/atau kegiatan
yang diyakini akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup.
Teknik penulisan dapat menggunakan uraian kegiatan pada setiap
tahap pelaksanaan proyek, yakni tahap prakonstruksi, konstruksi,
operasi dan pasca operasi atau dengan menguraikan komponen
kegiatan berdasarkan proses mulai dari penanganan bahan baku,
proses produksi, sampai dengan penanganan pasca produksi.
Contoh: Kegiatan Peternakan
Tahap Prakonstruksi :
a. Pembebasan lahan (jelaskan secara singkat luasan lahan yang
dibebaskan dan status tanah).
b. dan lain lain……
Tahap Konstruksi:
a. Pembukaan lahan (jelaskan secara singkat luasan lahan, dan
tehnik pembukaan lahan).
b. Pembangunan kandang, kantor dan mess karyawan (jelaskan
luasan bangunan).
c. dan lain-lain…..
Tahap Operasi:
a. Pemasukan ternak (tuliskan jumlah ternak yang akan
dimasukkan).
b. Pemeliharaan ternak (jelaskan tahap-tahap pemeliharaan ternak
yang menimbulkan limbah, atau dampak terhadap lingkungan
hidup).
c. dan lain-lain…
(Catatan: Khusus untuk usaha dan/atau kegiatan yang berskala
besar, seperti antara lain: industri kertas, tekstil dan sebagainya,
lampirkan pula diagram alir proses yang disertai dengan keterangan
keseimbangan bahan dan air (mass balance dan water balance))

III. DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI.
Uraikan secara singkat dan jelas mengenai:
1. kegiatan yang menjadi sumber dampak terhadap lingkungan hidup;
2. jenis dampak lingkungan hidup yang terjadi;
3. ukuran yang menyatakan besaran dampak; dan
4. hal-hal lain yang perlu disampaikan untuk menjelaskan dampak
lingkungan yang akan terjadi terhadap lingkungan hidup.
5. ringkasan dampak dalam bentuk tabulasi seperti di bawah ini:

Baca artikel terkait :
Strategi pengendalian pencemaran lingkungan

SUMBER DAMPAK JENIS DAMPAK BESARAN DAMPAK KETERANGAN
(Tuliskan kegiatan yang
menghasilkan dampak
terhadap lingkungan)
Contoh:
Kegiatan Peternakan pada
tahap operasi
Pemeliharaan ternak
menimbulkan limbah
berupa :
1. Limbah cair
2. Limbah padat (kotoran)
3. Limbah gas akibat
pembakaran sisa
makanan ternak
(Tuliskan dampak yang
mungkin terjadi)
Contoh:
Terjadinya penurunan kualitas air Sungai XYZ akibat pembuangan limbah cair
Terjadinya penurunan kualitas air Sungai XYZ akibat pembuangan limbah padat
Penurunan kualitas udara akibat pembakaran (Tuliskan ukuran yang dapat menyatakan besaran dampak)

Contoh:
Limbah cair yang dihasilkan adalah 50 liter/hari.
Limbah padat yang dihasilkan adalah 1,2 m3/minggu.
(Tuliskan informasi lain yang perlu disampaikan untuk menjelaskan dampak lingkungan yang akan terjadi)

IV. PROGRAM PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Uraikan secara singkat dan jelas:
1. Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencegah dan mengelola
dampak termasuk upaya untuk menangani dan menanggulangi keadaan
darurat;
2. Kegiatan pemantauan yang dilakukan untuk mengetahui efektifitas
pengelolaan dampak dan ketaatan terhadap peraturan di bidang
lingkungan hidup;
3. Tolok ukur yang digunakan untuk mengukur efektifitas pengelolaan
lingkungan hidup dan ketaatan terhadap peraturan di bidang
lingkungan hidup.

V. TANDA TANGAN DAN CAP
Setelah UKL-UPL disusun dengan lengkap, pemrakarsa wajib
menandatangani dan membubuhkan cap usaha dan/atau kegiatan yang
bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s