Dimuat di Harian Surya

Pada hari Jum’at, 9 Januari 2009 lalu, tulisanku dimuat di Harian Surya pada rubrik warteg.  Terima kasih untuk redaksi Harian Surya.

Ini adalah tulisanku yang kesekian yang dimuat di media massa, setelah sebelumnya di muat di tabloid Nalar Bondowoso.32-artikel1

Berikut isi tulisan tersebut :

” Masalah lingkungan hidup merupakan masalah yang kompleks karena berkaitan dengan semua aspek kehidupan. Krisis lingkungan yang terjadi sekarang ini tidak bisa dilepaskan dari cara pandang yang salah yang menempatkan masalah lingkungan secara terkotak-kotak. Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia menghadapi krisis lingkungan yang sangat parah. Dalam lingkup lokal dapat diamati adalah fenomena banjir yang telah menjadi kejadian rutin. Daerah yang semula tidak terkena banjir, sekarang menjadi langganan banjir.

Faktor terbesar terjadinya banjir adalah tidak bekerjanya secara sempurna ( atau rusak ) instrumen peresap dan penyalur air. Sungai memegang peranan utama di instrumen ini. Rusaknya sungai dan daerah aliran sungai (DAS) dapat diamati mulai dari hulu hingga hilir.

Kerusakan sungai ternyata bukanlah fenomena yang berdiri sendiri. Ada keterkaitan erat dengan hutan, permukiman, pertanian, industri, dan lainnya. Dalam sudut kebijakan, sungai ternyata melewati beberapa kota, bahkan propinsi sehingga sangat penting adanya kebijakan pembangunan yang sinergis dan komprehensif.

Meskipun tidak separah di kota besar dimana tingkat industrialisasi dan permukiman tumbuh pesat, di kota kecil seperti Bondowoso (yang termasuk kawasan hulu) dapat diamati kerusakan sungai dan DAS sebagai berikut : berkurangnya debit air saat musim kemarau, besarnya debit air saat musim hujan karena makin berkurangnya daerah resapan air, berkurangnya jumlah mata air, dan makin turunnya kualitas air disebabkan oleh aktifitas pertanian dan industri serta domestik.

Dikarenakan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga tanggung jawab seluruh komponen masyarakat sesuai dengan Undang- Undang tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup maka penting kiranya dilakukan pendidikan kepedulian lingkungan. Lebih jauh lagi, bukan sekedar sebagai penambah wawasan tetapi juga menumbuhkan kecintaan lingkungan.

Penelitian adalah salah satu cara terbaik.

Contoh yang pernah dilakukan adalah melibatkan siswa sekolah dalam penelitian lapangan, meskipun dalam tingkat penelitian yang masih umum .

Dalam sebuah acara pelatihan internal untuk staf Laboratorium Lingkungan Hidup, sengaja diundang perwakilan dari Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA 2 Bondowoso. Pada hari pertama diberikan materi mengenai pengenalan secara singkat lingkungan hidup, air dan pengenalan alat untuk menguji kualitas air. Pada hari kedua dilakukan survei lapangan di sebuah sungai di belakangan RSUD Bondowoso.

Terlihat peserta sangat antusias mengikuti acara tersebut. Dan materi pelatihan dapat diterima dengan baik.

Menurut rencana di tahun 2009 ini, pelatihan penelitian lingkungan tersebut akan dilakukan dengan melibatkan peserta yang lebih banyak. Harapannya selain semakin meningkatnya kecintaan terhadap lingkungan juga bertambahnya kemampuan pelajar untuk memahami dan mengelola lingkungan secara ilmiah dan lebih mendalam…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s