Bulannya Basah, Nek….

Bumi dan BulanSuamiku berlatar belakang pendidikan astronomi, tak heran dia sering mengenalkan benda-benda langit pada kedua buah hati kami. Bulan, Bintang, Planet, Matahari.

Suatu malam yang mendung dan gerimis, mas asa, si sulung sangat ingin melihat Bulan. “Mana Bulannya, Bunda?” Bulan pada saat itu tak terlihat, tertutup mendung. Kujelaskan demikian padanya. namun dia berkeras ingin melihat bulan. ” Suruh pergi mandungnya, Bunda. Mas Asa kan pengen lihat bulan”, Dia tak henti merengek. Aku berusaha menjelaskan bahwa manusia tidak bisa mengusir awan dan Tuhanlah yang menjadikan hujan.Namun makin lama rengekannya berubah menjadi tangis. ” Mas asa pengen sekali lihat bulan ya?” tanyaku. Dia mengangguk ” Yuk Bunda gambarkan Bulan” Maka akupun mengambil krayonnya yang berwarna kuning dan orange, kugambarkan bulan sebesar piring makan di dinding kamar tidurnya. Sesaat kemudian Dia melompat-lompat kegirangan di atas tempat tidurnya sambil tertawa terbahak-bahak sekeras-kerasnya….

Suatu petang di bulan Desember, hujan turun derasnya. Tiba-tiba Asa berseru. “Duh Nek hujannya kok nggak berhenti-berhenti nanti kalau bulannya basah gimana?” gubraaakkk??!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s