Sepulang Kantor Suatu Sore…..

My Arundaya

Sore hari, dengan penuh kelelahan saya tiba di rumah. Kehujanan di jalan membuat badanku kedinginan. Maka dapur menjadi tujuanku yang pertama setelah sampai di rumah, dan tentu setelah berganti pakaian. Dua gelas teh panas mengepul aroma melati, satu untukku satu untuk suamiku. Hmmm aroma jasmine selalu mampu memberi ketenangan buatku. Subhanallah. Ibuku masuk ke dapur dengan mengeluh.’Kenakalan’ anak-anakku seharian yang menjadi sebabnya (anak-anakku libur semester),rumah yang berantakan oleh aktifitas mereka, anak-anak tak menurut ketika diminta membersihkan (bila aku yang meminta membereskan ruangan setelah main mereka selalu mau) dan sebagainya.Ibuku memang selalu punya seribusatu hal untuk dikeluhkan.

Hmm…..tehku masih tersisa …….kupejamkan mata kunikmati lagi segarnya. Keluhan ibuku seakan lewat, meski sebenarnya tidak. Aku hanya tidak rela ritual minum tehku yang membantuku merecharge energi dan kesabaran hingga aku dalam kondisi on sore hingga malam nanti terganggu oleh energi negatif keluhan belau (i’m so sorry mom). Keluhan beliau ku ‘save’ dalam harddisk kepalaku siap kupanggil setiap saat kuperlukan.

Aku tidur-tidur ayam di kamarku yang sejuk, ketika si sulung terbangun. Spontan aku melompat turun, file keluhan ibuku kuaktifkan. Kutarik napas dalam, mengumpulkan kesabaran, kekuatan. “Halooo sayang,” sapaku pada si sulung semanis dan setulus mungkin yang kubisa. Kurengkuh dia dalam pangkuan dan pelukanku. ” Mas Asa pintar hari ini kan?” nada tanyaku terdengar lebih menyerupai statemen yang meyakinkan.” Iya Bunda” jawabnya sangat manis. ” Mas asa nurut sama nenek waktu bunda ke kantor?” lagi-lagi kata-kataku tak terdengar sebagai pertanyaan. Lebih menyerupai pernyataan. “Mas Asa memang anak pintar. Anak hebat”

Begitulah kuharapkan kata-kataku menjadi doa. menjadi mantra yang akan mewujud dikemudian hari.”Iya bunda ” katanya lagi sambil tetap duduk tenang dan nyaman dalam pangkuanku. Tiba-tiba dia berkata ” Tapi ruang tamu berantakan Bunda, mas asa yang berantakin” (Salah satu hobi anakku menggunting kertas kecil-kecil dan sore tadi kutemukan berantakan di ruang tamu.) Pengakuannya seperti embun menetes di hatiku. nyess… sejuk…. ” Tidak apa-apa sayang, sudah dibereskan ayah.” Kupeluk dia erat-erat ” Besok jangan diulang lagi ya sayang, kalau habis main dibersihkan lagi” Malaikat kecilkupun mengangguk manis.Sama sekali tidak tersisa gambaran kenakalan yang dikeluhkan neneknya sepanjang pagi hingga siang tadi. Mas Asa benar-benar anak pintar. Anak Hebat dan menyenangkan.

Satu tanggapan untuk “Sepulang Kantor Suatu Sore…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s