Mengunjungi Klenteng Sam Poo Kong

Liburan akhir tahun 2013 lalu, kami sekeluarga menyempatkan untuk berkunjung ke Klenteng Sam Poo Kong, di sela-sela jadwal silaturrahmi yang padat selama berada di Semarang. *yaelaa… Ini juga akibat “provokasi” beberapa kerabat yang kami temui di Semarang. Akhirnya hayuk aja dah, lagi pula tempatnya tak begitu jauh dari rumah ibu mertua yang terletak di Pleburan (hanya 5-10 menit dari Simpang Lima). Klenteng ini berada di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang.

Sampai di lokasi dan memarkir kendaraan, kami langsung menuju loket. Eh, ternyata tiket masuknya murah meriah juga! Orang dewasa hanya dikenakan tarif Rp.3000, dan anak-anak Cuma Rp. 2.500. Beres urusan perkarcisan, kami segera masuk area klenteng.

Ternyata sampai di dalam, area Klenteng tersebut di bagi dua. Area yang khusus untuk wisata saja dan area ibadah. Keduanya dipisahkan oleh pagar besi. Masuk ke area ibadah mean, benar-benar masuk ke dalam klenteng, dikenakan tarif tambahan lagi Rp.20.000. Kami memutuskan untuk berjalan-jalan di area wisata saja. Memang akhirnya kami tak leluasa melihat arsitektur indah di bagian dalam klenteng. Namun, kami tak mau ambil risiko masuk ke area ibadah. Kami khawatir kedua krucils kami akan membuat suasana ribut sehingga menggangu kekhusukan orang-orang yang tengah beribadah.

Acara wisata kali ini, agak sedikit melelahkan, tanya kenapa? *halah…
Ceritanya si anak wedhok (anak perempuan) lagi kumat ngalemnya. Beberapa kali dia minta digendong. Bayangin, menggendong anak usia tujuh tahun, panas-panas pulak. Nah, ini ada satu foto hasil jepretan Rania, si anak wedok. Sepertinya lumayanlah…

20131227_092628

Nggembol depan belakang (belakang ransel, depan tas dan si adek) masih juga bisa begaya, maaak...
Nggembol depan belakang (belakang ransel, depan tas dan si adek) masih juga bisa begaya, maaak…

Klenteng ini memang kalau saya lihat cukup besar ya, at leas dibanding klenteng-klenteng yang pernah saya lihat sebelumnya. Bangunannya kelihatan sangat terawat dan tampak baru. Iseng saya bertanya pada seorang petugas kebersihan, kelihatannya belau keturunan Tionghwa. “Pak, bagian mana Klenteng aslinya?” Saya penasaran sekali karena tengok sana-sini tampanya semua bangunan baru. Saya tidak melihat sama sekali aura kekunoannya. Jawab bapak tersebut, “Enggak ada Mbak, ini semua bangunan baru kok”.

Hah? Terus hubungannya sama cerita Zheng He/ Cheng Ho itu pegimana ya? Suami malah menimpali. “Cheng Ho itu lo, muslim, ora mungkin dia bikin Klenteng? Lah, makin bingung saya. Pulangnya langsung googling, dan nemu banyak info.

Ternyata ceritanya begini. Dalam pelayarannya, ada anak buah Cheng Ho yang sakit.Kapalpun berlabuh di Semarang, di sekitar bukit batu ini mereka tinggal. Akhirnya di kemudian hari penduduk keturunan China di tempat ini membuatkan kuil sebagai penghormatan terhadap Cheng Ho.

Oh, ya. Buat yang hobi foto, dan ingin dan ingin berfoto dengan kostum-kostum cina, di sini bisa lo. Di bagian depan dekat pintu masuk ada studio yang juga menyediakan kostumnya. Lengkap dengan pedang-pedangnya juga kalau mau foto ala Laksamana Tionghwa. Kalau enggak salah, tarifnya Rp. 80.000/orang. Hanya saya kurang jelas, itu per pose atau dapat beberapa pose.

Nah, jika Anda ke Semarang, jangan lupa mengunjungi objek menarik ini ya. Lokasinya mudah dijangkau, tarif murah, tempatnya bersih dan terawat. Yang hobi foto juga, pasti puas deh potret-potret di sini.

Nah, ini salah satu jepretan suami. Narsis yaak? biarin ah
Nah, ini salah satu jepretan suami. Narsis yaak? biarin ah

6 tanggapan untuk “Mengunjungi Klenteng Sam Poo Kong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s