[Mozaik Blog Competition 2014] Perjalanan Seorang Writer Wannabe

Event Mozaik Blog Competition sponsored by beon.co.id.

writer wannabe

[Mozaik Blog Competition 2014] Perjalanan Seorang Writer Wannabe

Perjalanan menulis saya, sebenarnya dimulai sudah sejak lama sekali. Sejak ibu mengajarkan saya menulis: Ini Budi…#Halah

Oke sekarang serius. Dulu jaman SMP ( tahun berapa sih?*mendadak lupa). Saya pernah nge-gank. Bersama beberapa teman cewek sekelas yang cethar membahenol, eh? Iya, saking cetharnya itu kami namakan gank kami “Beautiful Girl Gank”, disingkat BGG. Hadeeeh…bener-bener pedeh tiada terkira. Nah iseng-iseng dari situ saya membuat sebuah cerita berseri yang tokohnya para anggota BGG. Jaman itu kan belum ada lappy apalagi netty. Cerita tersebut saya tulis pada sebuah buku tulis. Bayangin pegelnya! *halah sok heroik!

Nah, karena kami ini bocah-bocah SMP ndeso yang kurang hiburan. Maka buku berisi cerita tadi menjadi seolah barang mewah yang diperebutkan. Teman-teman bergantian membacanya. Saya ingat, setelah penuh satu buku tulis, saya membuat lagi buku yang kedua. Saking banyaknya tangan, buku itu menjadi hanya tinggal cerita. *woii ngaku, sapa nih yang bawa?

Semasa SMU (dulu namanya SMA, ganti SMU, sekarang SMA lagi ya?), hasrat menulis ini kembali menggelora. Haiiishh… Dan tanpa banyak kesulitan saya diterima di majalah sekolah, namanya Swara Smasa, sebagai reporter. Wihh gayanyaa… Sayang kemudian, di saat yang sama saya diminta menjadi pengurus OSIS, dan waktu itu pengurus OSIS dilarang merangkap tugas di majalah. Saya memilih menjadi pengurus OSIS saja, dengan berbagai pertimbangan. Dan sejak saat itu saya mengalami kevakuman panjang dalam hal menulis. Kecuali menulis catatan, tugas dan ujian sekolah. #abaikan

Waktu berlalu. Saya lulus SMU, kuliah, lulus kuliah, bekerja sebagai PNS dan … menikah. Ternyata pernikahan itu, tidak hanya membuat saya mendapatkan suami, kekasih, kepala rumah tangga, calon ayah anak-anak saya. Namun ternyata saya juga mendapatkan mentor menulis. Entah apa pertimbangannya, tiba-tiba suatu saat, suami saya yang mantan jurnalis dan saat itu sering menulis untuk KOMPAS “memaksa” saya untuk menulis. Salah satu pemaksaannya adalah dalam wujud blog : https://wyuliandari.wordpress.com/. Ya blog yang sedang Anda baca ini. Wujud pemaksaan lainnya adalah beberapa artikel di media massa yang saya dokuentasikan pula di sini: https://wyuliandari.wordpress.com/category/media-massa/

Lalu sejak empat tahun lalu, saya dan suami memutuskan menekuni bisnis online. Produk yang kami seriusi adalah sebuah produk kesehatan asal Amerika. Maka sejak saat itu, saya rutin menulis untuk beberapa blog bisnis kami . Di sela-sela tugas sebagai PNS, saya mentekadkan untuk menulis 3-5 artikel per minggu untuk blog bisnis, dan 2 artikel untuk personal blog, juga beberapa tulisan ringan untuk media massa.

source:pinterest.com
source:pinterest.com

Akhir tahun 2013 saya bertekad untuk dapat menulis buku. Ya, 2014 saya harus punya buku sendiri! Ini juga berkat “kompor” yang slalu panas menyala, yaitu teman-teman sesama para emak yang hobi nulis. Oya, untuk mengasah kemampuan menulis, saya mengikuti sebuah kursus menulis online, ya, masih bersama kumpulan teman-teman kompor itu (kompor dalam artian positif,lo, ya).

Nah, perihal kursus menulis online ini, ternyata kemampuan nulis cukup ter-upgrade dengan ikut kursus ini. Meski hanya secara online, namun pendampingan selama sebulanan membuat banyak berdiskusi, banyak membaca dan berlatih. Ini sangat eektif menurut saya. Saya pun ketagihan kursus menulis dan ingin mencoba ikut untuk topik yang lain. Eeitss…tapi tunggu dulu. Ternyata suami, yang juga mentor menulis saya, tidak setuju. Apa pasal? “terbit dulu buku Bunda yang pertama, nanti baru kursus lagi”, begitu katanya. Dia memang paling tahu, saya harus di-ultimatum untuk menyelesaikan buku pertama ini yang benar-benar slowly but (insyaallah) sure. Ha…ha…

Bukan hal gampang mewujudkan sebuah buku dalam usia yang tak lagi belia dengan segenap kerempongan. Berkali-kali saya stuck. Saat stuck biasanya saya akan beralih ke tulisan lain, yang lebih ringan tentunya. Setelah terasa fresh, barulah proyek menulis yang macet tadi saya lanjutkan. Itu juga sang mentor yang ngajarin. Kalau stuck lalu berhenti, maka kita tak akan produktif dong!

Salah satu obat mujarab ketika stuck adalah, mengingat kembali motivasi kenapa saya (harus) menulis. Seusia saya,menulis bukan lagi untuk sekedar narsis-narsisan. Menulis juga tak hanya sekedar karena uang. No, it’s not all abaut the money. Tetapi lebih pada menguatkan keberadaan kita dengan berbagi. Menulis adalah sharing, apa yang saya punya, apa yang saya rasakan.

Saat ini saya tengah berjibaku menyelesaikan buku pertama impian saya. Hanya kurang sedikit sentuhan disana sini. Semoga ini segera mewujud. Dan saya bisa segera teriak, I’m a writer! Semoga…. Aamiin…

21 tanggapan untuk “[Mozaik Blog Competition 2014] Perjalanan Seorang Writer Wannabe

  1. Ha…ha…tergantung sikon deh. Kalau tanggal 1 dipanggilnya PNS aja ya…gajian soalnya. wkwkwk..Salam hangat dari Bondowoso **sepotong surga di kaki kawah ijen**

    Suka

  2. cerita nulis di buku sama mak…tapi yang baca paling cuma 3 orang….saya belum mengasah kemampuan nulis mak….tumpul terus nech…, semoga cepat kelar bukunya ya mak…salam kenal…

    Suka

  3. Kalo jaman itu emang iseng mak Nunung, daripada gak ada hiburan. wkwkwk. Terimakasih sudah mampir, monggo ngopi-atau ngeteh duluuu…🙂

    Suka

  4. Mak Alaika. waddaooo blushing…blushing…nih. Dirimu ang hebat maaak, aku ngintip blogna, kereen beudd rajin amat diapdet. gak kayak aku…😀

    Suka

  5. Hayuk diasah maaak….cari asahanna yang sipp. Menulis dan menulis aja….gak usah dipikirkan hasilnya, gitu kata seorang teman saya.

    Suka

  6. Benar sekali Pak Khoirudin. Banyakorang bilang, menulis itu bakat-bakatan. Namun banyak sekali teman saya yang tadinya tidak bisa menulis, menjadi bisa hanya karena dibiasakan, dilatih dan diasah. Terimakasih telah berkunjung🙂

    Suka

  7. waalaikumsalam. insyaallah mak Arifah.Ini lagi kejar dedlen. amiin…aamiin. Iya mak,alhamdulillah, ada mentor gratisan sekaligus editor yang sangat “killer”. ha..ha…Terimakasih udah mampir maak🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s