BLOGGER MELAWAN ASAP

Postingan Yang Tertunda:
Sedianya tulisan ini saya jadwalkan kemarin. Tetapi karena kemarin rasanya rempoooong abis. Jadi baru sempat saya selesaikan hari ini. Mungkin sedikit terlambat, tapi better late than never. Cieee…

——

Hari masih gelap.
Pekat, menyisakan aroma subuh …
Sajadah dan mukenah sudah dilipat rapi.
sekarang siap terjun ke dapur.

Pintu kaca penghubung ruang tengah dan teras belakang dibuka tergesa.
Asap putih tipis menyambut.
“Kebiasaan!” saya tak tahan meruntuk.
Asap putih tipis saja,
hasil pekerjaan tetangga yang pagi-pagi sudah bakar sampah
Itu saja sudah bisa membuat saya ngomel
Bagaimana dengan mereka, saudara-saudara yang sekarang berada di Riau?

——–

Ada suasana yang sedikit berbeda yang saya amati kemarin. Dunia maya begitu padat dengan berita Riau dibanding hari- hari sebelumnya. Beberapa tulisan teman blogger di Kumpulan Emak Blogger, Warung Blogger, hingga teman sesama kompasianer. Media sosial pun sangat banyak berita tentang asap di Riau.

Mengapa Terjadi?
Dulu, bertahun lalu saya sangat lugunya memahami bahwa kebakaran hutan terjadi akibat puntung rokok yang dibuang serampangan, atau juga api unggun yang ditinggal begitu saja dalam keadaan masih ada bara. Logika yang sangat lugu, meski itu juga bisa terjadi. Tetapi yang terjadi di Riau (dan juga beberapa tempat lainnya di Indonesia) tidak sesederhana itu.

Peristiwa kebakaran hutan sebenarnya seolah “rutinitas”. Sudah lebih dari satu dekade,Indonesia menjadi “produsen asap” yang berasal dari hutan yang terbakar.Saat tiba musim kemarau (tepatnya mungkin mulai jarang/tidak hujan) sudah lazim perusahaan sawit lazim membayar sekelompok orang untuk melakukan pembersihan lahan. Dengan alasan biaya dan kepraktisan, orang-orang ini melakukannya dengan cara membakar (Tempo,28 Februari)

Separah Apa Kondisi Riau?

Situasi di titik nol kota pekanbaru
sumber:bertuah

seorang teman blogger berkesah, asap telah melumpuhkan kehidupan di Riau beberapa pekan terakhir. Anak-anak juga sudah libur sekolah, bandara di tutup menyebabkan ada anggota keluarganya yang berperjalanan ke luar kota akhirnya tertahan tak dapat kembali ke riau. Wanita dan anak-anak mengungsi (secara swadaya), keluarga terpencar. Dan yang pasti, masyarakat yang tertahan di Riau dan tak punya pilihan kemana-mana, sebagian besar sudah mulai terbatuk-batuk. Bahkan TIME, media internasional berkata “ The Haze In Indonesia Has Just Made 30.000 People Sick . Ya, kondisi udara sudah mencapai taraf berbahaya.

Melawan Asap Lewat Tulisan
Saat blogwalking kemarin, berjalan-jalan menyambangi blog teman-teman yang membahas tentang asap di Riau, saya menemukan link ini: http://www.bertuah.org/2014/03/blogger-peduli-asap-riau.htm
Disini saya dapatkan informasi tentang Blogger Peduli Asap Riau. Bagaimana caranya berkontribusi, ke te ka pe saja ya…

Kondisi Terkini

Kabarnya, hari ini RI satu bertolak ke Riau. Ini diputuskan setelah beliau menerima 9.000 keluhan melalui social media. Kabarnya pula, TNI siap menerjunkan anggotanya untuk memadamkan api.

Syukurlah, semoga ini benar-benar menjadi kabar baik bagi Riau. Bukan hanya untuk padam namun menyala lagi kemudian hari. Namun semoga ini yang terakhir. Sehingga Indonesia tak perlu dikenal sebagai “produsen asap”.

2 tanggapan untuk “BLOGGER MELAWAN ASAP

  1. semoga demikian.info terkini dari teman di riau sore tadi. bahwa setelah AU menaburkan garam untuk hujan buatan, tadi di lokasi udah mulai hujan. semoga tidak terjadi lagi🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s