MENGAPA CINTA BEGITU RUMIT? : SEBUAH RESENSI NOVEL MENANTI CINTA

Cover
Sumber: MozaikIndie

SEBUAH RESENSI NOVEL MENANTI CINTA

Judul : Menanti Cinta
Penulis : Adam Aksara
Penyunting : Ihwan Hariyanto
Penata Letak : Ihwan Hariyanto
Desainer Sampul : Candra AW
Penerbit : Mozaik Indie Publisher
Cetakan : Pertama, Februari 2014
Tebal : 236 halaman
ISBN : 978-602-14972-3-4
Harga : Rp 37.500

Behind Scene:

Ini adalah resensi saya yang pertama.
Saat saya mengajukan diri untuk menjadi resensor novel ini, sebenarnya saya sedang tidak menggemari novel cinta-cintaan. Suer. Keputusan mendaftar sebagai resensor didasari oleh keinginan “keluar” dari kebiasaan menulis saya. Iya, memang akhir-akhir ini skedul menulis saya sangat padat dengan tulisan non fiksi. Meresensi sebuah novel mungkin bisa memberi “angin segar” buat saya. Dan saya ucapkan terimakasih buat Mozaik Indie yang memberi kesempatan saya meresensi, pada “lamaran” saya yang pertama ini.

Kesan Pertama:
Setelah ditunggu agak lama, akhirnya novel ini tiba juga. Dilihat sepintas dari covernya, tampaknya ini novel benar-benar novel romantis.

Saya sengaja tak melihat sinopsis di bagian belakangnya. Maksudnya, untuk memberi “kejutan” saat saya membacanya. Dan memang ini kebiasaan saya saat membaca sebuah fiksi.


Tampilan covernya, bolehlah. Cantik! Dengan kualitas kertas yang cukup lumayan. Dan “pesan” dari covernya sangat kuat mewakili cerita di dalamnya.

20140322_155252

Kesan terhadap keseluruhan isi:

Di awal membaca, saya merasakan alur yang biasa-biasa saja. Memang konfliknya rumit, namun cara penyelesaiannya cenderung seragam dan agak tidak biasa. Syukurlah, mendekati akhir cerita ternyata ada kejutan-kejutan yang tak terduga yang menurut saya cukup logis untuk menjelaskan “ketidakbiasaan” dan kerumitan yang menurut saya di awal agak berlebihan.

Diceritakan tentang Alex seorang ahli kimia yang sangat berbakat, bahkan mungkin bisa dibilang jenius. Menemukan lebih dari seratus produk baru pada usia 15 tahun, mendapatkan gelar profesor pada usia 20 tahun. Wow banget si Alex ini.

Pada usia 28 tahun, Alex akhirnya menerima tawaran untuk menjadi dosen kimia di sebuah universitas dan meninggalkan posisi kepala penelitian pabrik. Sosok Alex, menurut saya sangat mewakili keberhasilan mencapai kemapanan di usia belia. Harusnya dalam posisi itu, Alex adalah sosok yang gampang digilai kaum perempuan.

Namun ceritanya menjadi berbeda karena satu hal. Kaki Alex yang lumpuh akibat polio yang diderita di masa kecilnya. Hal inilah yang membuat Alex merasa ada hal yang tak mungkin dimilikinya. Salahsatunya adalah, cinta.

Berada di tempat dengan posisi jauh berbeda dengan Alex. Ada Claire.
Menjadi anak mantan pelacur, hidup dalam kemiskinan bahkan harus menanggung beban membiayai ibu, adik dan ayah tirinya. Tak sampai disitu saja penderitaannya, ibunya juga telah berkali-kali mencoba menjualnya, namun dia berhasil lolos. Satu keberuntungannya adalah, dia mendapat beasiswa untuk ke universitas, dimana ia mengambil jurusan keperawatan.

Ditempat inilah dia bertemu Alex, dan kisah cinta yang rumit penuh rahasia ini dimulai. Alex jatuh cinta pada Claire. Kisah cinta mereka bukan kisah cinta yang berjalan mulus. Sebaliknya banyak masalah yang menghadang sepanjang perjalanan mereka.

Di pertengahan membaca novel ini saya berpikir, “mengapa demikian rumitnya cinta? Tak bisakah ia lebih disederhanakan? Nyata demikian. Dalam kehidupan nyata pun cinta dipahami dengan berbagai cara. Dari yang amat sederhana, hingga yang super rumit dan membuat frustasi. Jadi, sungguh, novel ini tidak mengada-ada atau melebih-lebihkan.

Gaya bahasa dalam novel ini lumayan. Dan yang saya suka banyak kalimat yang menurut saya cerdas dan indah. Salah satunya adalah yang tertulis pada cover:
“Cinta tak pernah membebani….
Ia meringankan yang memilikinya…

Suka banget dengan quote di atas. Memang demikianlah seharusnya cinta.

Sedangkan kalau dari sisi endingnya, wah… sayangnya saya ini penggemar happy ending. Ini masalah selera saja sih. Dan saya tidak setuju cara yang ditempuh Claire di akhir cerita ini. Penasaran dengan endingnya?

Jika Anda berminat membeli novel Menanti Cinta langsung saja kunjungi website penerbitnya: Mozaik Indie Publisher.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s