Mengatasi Masalah Lingkungan: Kita Adalah Inspirasi

Bicara masalah lingkungan, tak akan ada habisnya. Sebenarnya apa masalah kita yang utama? Saya mencoba mengambil 4 saja. Ini saya kawinkan antara versi WWF dan UNEP (United Nations Environment Programme).

1. Deforestasi

Hutan Kalimantan terus terkikis akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit. Foto: Lili Rambe Sumber: Mongabay
Hutan Kalimantan terus terkikis akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit. Foto: Lili Rambe Sumber:Mongabay

Luasan hutan Indonesia sekitar 123 juta hektar (kira-kira 10 persen dari total luasan hutan di dunia) luasan yang mengalami kerusakan 67,64 juta hektar, artinya lebih dari separuh (data statistik kehutanan, Kementerian Kehutanan 2006). Bayangkan, itu baru data 2006, bagaimana sekarang? Deforestasi pertahun 1,09 juta hektar di 7 pulau di Indonesia (Sumatera, Jawa, Sulawesi, NTT, NTB, Papua, Maluku.

2. Over- eksploitasi sumber daya laut

Hampir semua penangkapan ikan di Indonesia melakukan eksploitasi secara berlebihan . ditambah lagi praktek buruk perikanan. Penangkapan ikan yang merusak seperti sianida dan pengeboman ikan di terumbu karang telah rusak tidak hanya ekosistem , tetapi juga mempengaruhi sejumlah besar spesies laut yang bergantung pada mereka. (Sumber :WWF)

3. Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Kita terus kehilangan kanekaragaman hayatikarena berbagai sebab. Sengaja diburu untuk berbagai keperluan, atau terancam kepunahan karena mereka tak lagi memiliki tempat hidup yang ideal. Diperkirakan 1.000 orangutan mungkin telah diimpor ke Taiwan untuk perdagangan hewan peliharaan antara tahun 1985. Spesies lain beresiko karena diperdagangkan untuk obat-obatan tradisional (misalnya tulang harimau dan cula badak ) atau benda-benda dekoratif ( Sumber:WWF )

4. Pencemaran
Pencemaran air, udara, dan tanah, adalah masalah yang tak kalah penting. Industri seringkali menjadi “tertuduh” sebagai penyebab masalah ini. Mungkin tidak salah, namun jangan lupa sektor pertanian, peternakan, bahkan domestik adalah kontributor yang tak boleh dilupakan.

Apa yang bisa kita lakukan?
Banyak hal sebenarnya, yang bisa kita lakukan. Ada hal yang bisa kita mulai dari diri sendiri, dari tempat kita, sekarang juga. Ada pula hal-hal yang bisa kita lakukan bersama kumunitas atau di lingkungan kita. Bahkan dalam skala global, ada hal yang bisa kita kontribusikan, lo. Asal tahu caranya!

Yang Bisa Dimulai Dari Diri Sendiri
Banyak hal yang bisa kita lakukan dimulai dari diri sendiri, dan keluarga. Gaya hidup kita berpengaruh besar terhadap keberlanjutan bumi ini. Jadi,mengapa tak kita mulai rencana “besar” penyelamatan bumi, dari hal-hal “kecil” lagi sederhana. Ini contohnya yang sudah saya lakukan:

1. Berpikir Dua Kali
Setiap kali menginginkan sesuatu, atau berpikir bahwa saya membutuhkan sesuatu, biasanya saya selalu berpikir setidaknya dua kali. Benarkah barang tersebut saya perlukan? Jangan-jangan hanya sekedar keinginan saja. Membeli barang lalu tak terpakai benar-benar enggak banget kalau buat saya. Kalaupun terpaksa terjadi, lebih baik barang tersebut dihadiahkan pada orang yang sekiranya membutuhkannya.

2. Pola Makan Berkelanjutan
Menjadi Vegan, sangat keren dan ramah lingkungan karena dapat menghemat banyak sekali air energi dalam proses produksinya. Saya tidak bisa menjadi seorang vegan karena suatu hal. Saya penganut food combining yang juga tengah berusaha memprioritaskan rawfood. Makanan mentah/segar yaitu buah dan sayur-sayuran mendominasi menu sehari-hari kami sekeluarga. Protein hewani hanya kami konsumsi seminggu sekali dua kali. Itupun kami pilih jenis yang memang biasa dimakan, ikan, daging ayam, daging sapi, telur ayam,dsb. Sama sekali tidak terpikir makan sesuatu yang diluar itu, yang alih-alih keren malah menimbulkan kepunahan suatu spesies misalnya makan sirip ikan hiu.

Kami juga membatasi makanan yang melewati proses produksi yang panjang. Makanan-makanan instan misalnya,hanya dikonsumsi sesekali atau saat emergency saja.

3. Merekrut Pemulung Langganan
Bahwa saat ini sampah sudah menjadi masalah besar, banyak orang sudah tahu. Bagaimana turut berkontribusi mengatasinya? Untuk sampah kering saya biasa memilahnya dan mengumpulkan dalam wadah tertentu. Lalu hampir setiap hari akan datang Pemulung Langganan kami untuk mengambilnya. Urusan sampah beres, si pemulung senang mendapatkan sampah kering yang sudah terpilah. Lingkunganpun tetap asri dan bersih tak ada sampah tercecer akibat diobrak-abrik pemulung.

4. Mengantongi Sampah
Saya terinspirasi seorang dosen senior semasa saya masih kuliah di Jurusan teknik Lingkungan ITS (Semoga beliau beristirahat dalam damai). Beliau senantiasa mengantongi sampah, jika belum menemukan tempat sampah. Ini kemudian saya tiru. Bahkan kebiasaan ini saya tularkan pada anak-anak saya. Karena kebiasaan ini, di kantor saya pernah menjadi bahan olok-olok. Bahkan pernah sejawat di kantro memasukkan tisu bekas pakainya ke saku baju saya. Ya sudahlah, mereka hanya belum memahami. Jika mereka paham, pasti akan malu dengan perbuatannya.

5. Kebiasaan Membawa Bekal
Ke kantor atau kemanapun pergi, kami sekeluarga biasa membawa bekal. Dulu pernah ada seorang teman bertanya, begitu melihat botol minum saya yang berukuran besar. “Sakit, ginjal dik?” Tanyanya. Dalam hati saya ngomel, memangnya nunggu sakit ginjal baru mau banyak minum. Ada juga komentar nyinyir, “kayak anak TK saja” kata beberapa teman. Ah, biarin aja!
20131118_064248

6. Bawa Tas Belanja
Untuk mengurangi sampah plastik, kita bisa gunakan tas belanja sendiri. Tas kain misalnya. Ini tas punya saya.

Ransel dapat dari seminar, tas kainnya hadiah lomba. Efisien sangat
Ransel dapat dari seminar, tas kainnya hadiah lomba. Efisien sangat

Ada guna lainnya lho, membawa-bawa tas ini kemana-mana. Kebetulan kan teman-teman saya suka berbagi. Nah, jika mereka membawa makanan atau hasil panennya bisa langsung masuk tas ini. lumayan kapasitasnya. Ha…ha…modus!

7. Blogger Sayang Lingkungan
Sejak awal nge-blog di tahun 2008, saya lebih sering menulis masalah-masalah lingkungan. Atau lebih luas yang terkait gaya hidup sustainable. Saya percaya akan kekuatan tulisan. Kesadaran akan pelestarian lingkungan akan terduplikasi seiring makin banyaknya postingan saya di baca orang.

Meng”hijau”kan Sekitar
Saya bekerja diinstansi yang bertugas memantau lingkungan sejak 11 tahun lalu.Bukan serta merta sekantor kemudian menjadi sadar lingkungan, ya. Enak banget kalau bisa begitu. Maka saya mencoba melakukan apa yang saya bisa, minimal dalam unit kecil yang menjadi kewenangan saya, saya buat beberapa kebijakan sbb:

1. Kebijakan No-Paper
Untuk keperluan koreksi dokumen, staf saya hanya menyerahkan dalam bentuk file

2. Reuse
Teman-teman mengumpulkan kertas bekas print atau bekas apapun yang baliknya masih bersih. Second paper ini kami gunakan untuk mengeprint naskah-naskah yang memang harus hadir dalam versi cetak.

3. No-Smoking Area
Tidak sulit menjadikan unit kami sebagai area yang bebas rokok. Pertama, kami mayoritas perempuan. Saya hanya punya dua staf lelaki dan yang satu bukan perokok. Unit kami berupa laboratorium, Tinggal tempel “NO-SMOKING” dan jelaskan pada tamu yang ngeyel, bahwa asapnya akan menyebabkan bahaya bagi peralatan kami. Ha..ha…

Di lingkungan masyarakat, kebetulan saya didapuk menjadi pengurus PKK. Ini saya manfaatkan untuk bisa melakukan kampanye lingkungan melalui pertemuan PKK.

Dunia Harus Tahu
“Diam adalah Emas”
Menurut saya pepatah ini tak berlaku dalam hal pelestarian lingkungan. Karena kita semua bisa manjadi inspirasi. Maka sampaikan hal-hal mengenai lingkungan dalam berbagai cara. Bisa menulis, maka buat tulisan tentang lingkungan. Doyan nge-blog, posting tentang lingkungan. Enggak bisa keduanya? Jangan risau. Follow atau Like di Social Media Page Lembaga yang berkiprah di bidang Lingkungan. WWF misalnya. WWF-Indonesia merupakan bagian independen dari jaringan dari WWF dan afiliasinya. Lalu rajinlah men-share atau me-retweet informasi penting yang ada disana. Saya pribadi sangat percaya dengan kekuatan social media.

Atau mungkin Anda ingin membuat sesuatu secara offline, namun Anda bingung apa dan bagaimana anda mengkampanyekan lingkungan? Anda bisa menggunakan layanan WWF-Indonesia berupa PandaMobile.

PandaMobile-Sumber: WWF
PandaMobile-Sumber: WWF

Anda juda bisa turut dalam berbagai upaya penyelamatan lingkungan dengan mendukung program-program WWF.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s