OBAT TB gratis, Lo!

Sedikit kurang enak badan, sedang menulis naskah buku kedua dan melakukan revisi pada buku pertama, ditambah situasi kantor yang lumayan riweuh, membuat saya harus mengurangi aktifitas blogging selama sepekan ini. Eh, ternyata serial 2 Lomba Blog TB ini sudah hampir mencapai deadline.

Langsung ngibriiitt nulis lah. Soalnya sudah diniati sejak awal saya akan berpartisipasi dalam event ini hingga serial terakhir. Aamiin. Insyaallah. Karena saya punya concern yang besar terhadap permasalahan yang satu ini.

Obatnya Gratis…Tis…Tis…Lho!

Obat TB Gratis -  Komik dibuat dengan Witty Comics
Obat TB Gratis – Komik dibuat dengan Witty Comics

Nah, masih ingat kan tulisan di serial pertama saya? Ingat dong! *maksa. Pada posting tersebut saya bercerita tentang Indah, seorang teman kos yang mendapat diagnosa TB. Bagaimana coba, dia bisa memperoleh obat-obatan untuk menyembuhkan penyakitnya? Sedangkan, sebagai mahasiswi nge-kos dari keluarga menengah kebawah, untuk makan saja kami harus senantiasa bisa berhemat.

Sejak seseorang mengalami gejala berikut ini,maka harusnya segera waspada dan memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit atapun fasilitas kesehatan lainnya. Gejala-gejala yang saya maksud adalah:
1. Batuk, atau batuk bercampur darah
2. Demam
3. Berkeringat dimalam hari
4. Penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya
5. Mudah kelelahan

Nah, jika sudah diperiksa dan mendapat diagnosa sebagai TB, maka langkah selanjutnya adalah pengobatan.Bagi yang berkecukupan mungkin tidak masalah. Bagaimana untuk masyarakat miskin? Padahal pengobatan ini akan berlangsung lama?

Tak perlu khawatir, Obat Anti TB (OAT) itu gratis. Alhamdulillah ya… Pemberian OAT dalam bentuk tablet kombinasi maupun menggunakan paket obat yang sudah ditetapkan (FDC: Fixed-dose Combinations) dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) adalah GRATIS, alias GREETONG atau tidak dipungut biaya.

Sayangnya belum semua orang tahu. Pemerintah sudah menyiapkan pengobatan penyakit ini secara gratis di Puskesmas-puskesmas ataupun Rumah Sakit Pemerintah.

Ini pernah saya temui sewaktu kami sekelompok mentoring di kampus mendapatkan tugas mengantar zakat maal. Waktu itu lokasi yang dituju adalah sekitar areal TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah di daerah Keputih, sebelah timur dari kampus ITS.

Salah satu rumah yang kami kunjungi dihuni seorang pasien paru kata tetangganya, kami curiga TB jika melihat gejalanya. Dia berada dalam kondisi mengenaskan dan tampaknya tidak mendapat pengobatan. Sayangnya, pada waktu itu, kami sekelompok belum ada yang tahu bahwa OAT bisa didapat gratis. Disinilah terasa pentingnya sosialisasi. Faktor ini pulalah yang membuat saya bertekad mengikuti kampanye ini hingga serial delapan nanti. Insyaa Allah….

Obat Udah, Sekarang Apa Lagi?
Lalu setelah dapat obat, apakah lantas urusan selesai? Belum dong! Tentu obat harus dikonsumsi tepat sesuai aturan ya! He..he…enggak usah berimprovisasi bikin aturan sendiri. Semua obat diminum sesuai anjuran.

Memangnya kenapa sih, kalau obat-obat ini tidak diminum sesuai aturan? Banyak, lo akibat buruknya. Pertama, pasien tidak sembuh dan dia bisa tetap menularkan kumannya pada orang lain. Kedua, kumannya menjadi resisten dan penyakit berkembang menjadi multridrug resistant tuberculosis yang kebal obat. Jika ini terjadi, akhirnya upaya pengobatan menjadi makin sulit dan mahal dan makin lama pula.

Dalam urusan minum obat ini, sebaiknya anggota keluarga juga memberi dukungan, misalnya mengingatkan jika waktu minum obat. Juga harus memotivasi saat pasien mulai malas atau bosan minum obat.

Apalagi obat ini kan,diminum dalam jangka waktu lama ya. Enam bulan itu, waktu yang lumayan lama lho. Jadi wajar jika ada pasien yang merasa bosan. Disinilah peran keluarga sangat mutlak dibutuhkan.

Oh, iya. Terkadang pasien menjadi enggan minum obat, juga karena merasa kondisinya membaik. Misalnya baru sebulan atau dua bulan minum obat, dia sudah merasa segar, dan tidak lagi batuk, lalu enggan melanjutkan obatnya. Jangan ya, pokoknya obat itu harus, kudu, bin wajib diselesaikan sesuai waktunya. Tidak ada alasan untuk menghentikan obat sebelum waktunya.

Pentingnya Peran PMO

Peran PMO dalam Pengobatan TB - Komik dibuat dengan menggunakan bantuan Witty Comics
Peran PMO dalam Pengobatan TB – Komik dibuat dengan menggunakan bantuan Witty Comics

Dalam penanggulangan penyakit ini, dikenal istilah PMO atau Pengawas Minum Obat. Individu yang mengambil tugas ini, bisa keluarga atau orang yang tinggal serumah. Bisa pula tetangga terdekat, ataupun petugas kesehatan. Perannya sungguh penting, selain memastikan pasien dapat mengkonsumsi obat secara benar tepat sesuai aturan. PMO ini juga memiliki peran sebagai berikut:
 Memastikan pasien dapat kontrol ke dokter atau puskesmas secara berkala sesuai jadwalnya;
 Mengenali dan menolong pasien saat terjadi efek samping dari pengobatan;
 Mengingatkan pasien untuk pemeriksaan ulang dahak sesuai jadwal yang telah ditentukan;
 Memberikan dorongan terhadap pasien untuk berobat secara teratur sampai selesai
 Menganjurkan kepada anggota keluarga untuk memeriksa dahak bila ditemui gejala TB

Wah, mulia sekali tugas PMO ini, ya.

Apakah minum obat saja cukup?
Hmm…saya pernah mendengar pasien TB yang sudah menjalani pengobatan selama enam bulan namun dinyatakan belum sembuh, dan harus kembali mendapatkan pengobatan. Karena alasan inilah, sewaktu kami se-kos dulu ikut merawat Indah yang terdiagnosa penyakit akibat Mycobacterium tuberculosis, kami berupaya mengoptimalkan berbagai faktor. Maksudnya, kami mencari faktor apa ya, yang bisa mendukung kesembuhannya.

Pertama, mengkondisikan lingkungan. Sejak Indah sakit, kami makin ekstra menjaga kebersihan rumah kos. Lantai makin sering dipel, jendela selalu kami buka lebar-lebar saat siang hari. Maksud kami, sekiranya ada kuman yang berkeliaran, akan segera mati terkena sinar ultraviolet dari mentari. Dengan demikian risiko menular kepada kami juga bisa diperkecil.

Faktor kedua adalah makanan. Meski kami anak kos yang harus ekstra hemat, bisa kok tetap menyediakan makanan dengan bergizi. Apalagi waktu itu kami memasak sendiri dengan sistem piket.
Sayur selalu tersedia melimpah, protein nabati-pun tak kurang gizinya kok, asal dikonsumsi cukup dan bervariasi. Protein hewanipun bisa dijadwalkan sesekali tentu dengan memilih yang murah meriah. Namanya juga anak kos.

Salah satu menu andalan kami - Gambar Pinjam Lestariweb.com
Salah satu menu andalan kami – Gambar Pinjam Lestariweb.com

Menu Suroboyo-an, semisal lele penyet atau telur penyet seringkali menjadi pilihan menu kami. Tentu lengkap dengan aneka lalapan segarnya. Untungnya Indah termasuk doyan makan segala. Ha..ha…. harapan kami, kebutuhan nutrisinya tercukupi hingga dapat mendukung pengobatannya dan menghindarkan dia dari segala efek samping pengobatan.

hati yang gembira adalah obat
Oh, ya sebagai anak kos, waktu itu tak sulit memperoleh buah. Di pasar dekat kos sepotong semangka,melon atau pepaya hanya dihargai Rp.250 saja! Membeli dua potong untuk satu orang, hanya limaratus perak saja. Sudah cukup untuk kebutuhan buah sehari,nampaknya. Karena potongan buahnya besar-besar lhoo.

Yang tak kalah pentingnya adalah faktor psikologis. Untuk yang satu ini kami hanya cukup selalu memberi semangat saja. Kebetulan, Indah teman kami tersayang adalah individu yang periang dan sangat bersemangat. Dia juga sosok yang sangat dekat dengan Tuhan. Saya yakin ini turut berkontribusi terhadap kesembuhannya. Ah jadi ingat kata-kata yang tertera di kantung obat sebuah apotek: “Hati yang gembira adalah obat”. Kesehatan jasmani dan rohani memang saling berhubungan.

Sumber-sumber terkait:

– www,tbindonesia.or.id
– www,stoptbindonesia.org

4 tanggapan untuk “OBAT TB gratis, Lo!

  1. gratis juga ya mbak, untungnya, hati yg gembira itu. etapi itu pilihan juga deng. tapi kalau temenku yg TB ini emang luar biasa deh riang gembiranya:)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s