Mengenang Kembali Hutan, Air Terjun dan Jreng Jring Itu …

Jreng…jring…teknik lingkungan
Melok camp munggah nang Malang
Malang akeh coban e
Songo pitu akeh cewek e
Cewek akeh malah nyenengke
Songo pitu rak pancen oyeeee…

Terjemahan bebas:
Jreng…jring…teknik lingkungan
Ikut camp naik ke Malang
Malang banyak air terjunnya
Sembilan tujuh banyak ceweknya
Banyak cewekmalah menyenangkan
Sembilan tujuh kan memang Oyeee

Lagu itu kami sebut jreng-jring
Bukan Mars, Apalagi hymne.
Ya, jreng-jring aja!

Lagu wajibnya angkatan kami, sembilan tujuh Jurusan Teknik Lingkungan ITS. Lagu yang mengantar perjumpaan pertama dengan sebuah tempat yang disebut Coban Talun. Tempat yang jika saya diminta membayangkan “a place to remember” maka tidak bisa tidak, tempat ini yang muncul di ingatan.

Tempat Yang Lekat Denngan Jreng-Jring Itu- Sumber : www.eastjava.com
Tempat Yang Lekat Denngan Jreng-Jring Itu- Sumber : http://www.eastjava.com

Tempat yang kemudian selalu saya kunjungi bersama-sama kawan-kawan setiap tahunnya, hingga tahun terakhir saya tercatat sebagai mahasiswa. Tiap tahu? Iya. Ini bagai ritual saja.
Kebiasaan penyambutan mahasiswa bar di jurusan kami, inilah yang membawa kami setiap tahun mengunjinginya.

Pada tahun pertama sebagai peserta TL Camp.
Tahun kedua, ganti posisi menjadi OC, Organizing Committee
Tahun ketiga saya dipercaya sebagai SC, Steering Committee
Tahun berikutnya sebagai senior….

Tahun pertama, kami kedinginan dan kebasahan akibat guyuran hujan. Tidur juga di tenda yang basah. Dan esoknya juga harus nyemplung seharian di Kali. Dalam kondisi begini, aduhai…. Jreng jring terlantun begitu mesranya. *lebay

Tahun kedua, si Oyan teman kami beroleh rejeki. Mendapat segambreng wortel baru panen. Saat itu kami baru tahu, wortel segar ternyata sama sekali tak langu. Lalu wortel-wotel itupun harus pasrah dieksekusi para gadis penguasa dapur sebagi teman mi kuah untuk sarapan pagi. Ha…ha…

Di tahun kedua inipun, adalah saat mencekam. Issyu “Ninja” saat itu, membuat penanggung jawab acara memperingatkan kami para jilbaber, “jangan pakai jilbab warna gelap, ya”, pesannya. Ditengah mencekamnya kabar tentang “ninja” ini kami harus berada di hutan tengah malam. Terpisah tempat, masing-masing dua orang. Mengarah jalan untuk adik-adik kami peserta TL-Camp.

Jreng…jring itu sudah berlalu hampir tujuh belas tahun. Namun saya yakin semua L-Limolas (sebutan bagi angkatan kami), masih mengingatnya.

Lengkap dengan kenangan tentang air terjun…
Sungai …
Hutan…
Batu-batu besar tempat kami sholat..
Dan…mungkin juga kenangan tentang jagung bakar dan secangkir kopi

banner GA

14 tanggapan untuk “Mengenang Kembali Hutan, Air Terjun dan Jreng Jring Itu …

  1. aku penasaran banget sama Coban Talon, belum pernah kesana, malah taunya Coban Rondo, Sedudo…….wih melihat gambarnya serasa seger banget.
    Semoga sukses dengan GA-nya

    Suka

  2. memang indah pemandangan di amna ada gunung ada pohon ada air terjun lengkap semua, jadi inget juga masa jadi mahasiswa, semua tempat maunya dikunjungi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s