Kesalahan Ber-Food Combining : ” Aku Cuma Makan Dikiiiiit”

Menurut saya, salah satu “enak” nya menerapkan pola makan food combining itu adalah, enggak perlu pusing mikirin berapa porsi makan. Tidak seperti beberapa diet populer lainnya yang misalnya harus menakar makan nasi sekian gram, lauk sekian gram, bla…bla..bla…

 

FC, makan boleh sampai kenyang, yang penting paduannya. Protein hewani gak boleh ketemu  karbo
FC, makan boleh sampai kenyang, yang penting paduannya. Protein hewani gak boleh ketemu karbo

Namun herannya, masih saja (sering) saya jumpai teman yang baru ber-FC dan memposting menu makannya terdiri dari nasi (putih maupun merah), sayur dan lauk nabati, disertai penjelasan: “Aku makannya nasinya dikiiiiit… banget!”

Hei, perasaan FC tak pernah mengharuskan makan hanya seiprit deh ya! Makan harus sampai kenyang. Kenyang yang nyaman bukan kekenyangan. Dan bukan pula kelaparan. Kalau makannya terlalu sedikit, itu menyiksa diri namanya. Lagipula, tubuh yang kelaparan biasanya cenderung mudah kalap. Saat bertemu makanan yang kurang ideal bahkan berbahaya bagi kesehatan, malah akan lebih susah mengendalikan diri, dalam kondisi perut keroncongan.

Seyogianya makan dengan proporsional saja. Jangan terlalu takut dengan karbohidrat lah. Yang perlu diperhatikan hanya, pilihlah karbohidrat yang masih mengandung substansi-substansi baik bagi tubuh. Perhatikan pula padu padannya. Karbohidrat JANGAN dipadukan dengan protein hewani. No…Nooo… Big NO.

Jadi, Nasi atau lontong plus satai ayam, Nasi plus rendang, Nasi rawon daging, burger, itu adalah contoh-contoh padu padan yang SALAH. Jadi kalau mau makan nasi ya PLUS sayur dan lauk nabati macam tempe-tahu, kacang-kacangan, jamur, dll.

Hanya sebagai panduan, karena Food Combining juga mempertimbangkan keseimbangan asam basa, maka sebaiknya proporsi makan diatur sehingga setidaknya sayur mendapat porsi terbanyak. Minimal begini : kalau Nasi 1/4 piring, Sayur 1/2 piring plus sedikit lauk.

Kalau masih lapar? ya tambah dong! Teteeup porsi sayurnya yang banyak. Udah, gitu aja sih. FC itu manusiawi kok. Enggak bikin kita kelaparan dan menderita.Nah, aturan lebih lengkapnya tentang FC bisa di baca di sini:

 

 

8 tanggapan untuk “Kesalahan Ber-Food Combining : ” Aku Cuma Makan Dikiiiiit”

  1. Saya suka mak metode food combining begini…rosulullah jg sdh mencontohkan bgm makan yg benar, memulai dr makan buah dl br kmudian mkn besar siang hari …dan berbagai makanan yg boleh dikonsumsi bersama-sama atau yg tdk… tp susahnya suami saya gak doyan sayur… dan klo pagi makan buah sj gak mau mak… dan kalau mkn minta ditemani…jd yah ikutan makan deh… walaupun dkit… hehe ^_^

    Suka

  2. Iya Mak Iro, banyak juga food combiner yg mengeluh susah meng FC kan orang-orang tersayang. Termasuk saya sendiri. Suami sih suka sayur dan buah, cuma makannya nyampur2 sesuka dia. ha..ha….

    Suka

  3. Coba dipetakan dulu mbak, di warung terdekat ada sayur apa? Lauk Nabati apa? Lauk Hewani apa? lalu tinggal padankan. kalau mau makan nasi ya lauknya nabati plus segambreng sayur. kalau mau lauk hewani, berarti gak pakai nasi hanya dengan sayuran yang banyak. SAya rasa FC itu fleksibel kok mbak. Banyak teman berhasil FC meski dalam kondisi ngekost dsb. Dicoba saja Mbak 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s