Sudah FC atau Hanya “Merasa” Sudah FC

Kemarin ada seorang teman menelepon. Ini adalah teleponnya yang kedua, menanyakan masalah food combining. Dia mengeluh, hampir sebulan FC dan belum menampakkan perubahan signifikan. Gangguan maag parah masih dideritanya. Katanya, kalau kambuh serasa mau pingsan! Waduduhhh, parah ini, pikir saya. Saya sebagai salah satu alumnus penderita maag (keren amat istilahnya), tahulah bagaimana rasanya tersiksa ulah si asam lambung.

Mendengar keluhannya saya teringat obrolan-obrolan di grup Food Combining Indonesia. Tentang orang yang “merasa” atau “mengaku” ber-FC, padahal pola makannya belum memenuhi prinsip-prinsip FC. (Baca Juga : Aku Cuma Makan Dikiiiit)

Maka saya menanyakan dengan rinci bagaimana dia makan mulai dari bangun tidur hingga berangkat tidur di malam harinya.

Bangun tidur, jeniper Ok Cara bikinnya? Takarannya? Cara minumnya?

Makan siang?

Nasi gak campur protein hewani kan ya?

Ngunyahnya bagaimana?

Terus, semua saya tanyakan dg rinci. Dan tidak ada masalah, semua OK kecuali dua hal: cara minum jenipernya tidak dikulum, langsung diglek-gleg aja. Mengunyah makanan juga masih sekenanya. Woooo pantas, pikir saya sambil saya sarankan cara yang lebih baik.

Tapi dalam hati saya masih bertanya, apa benar hanya karena dua hal itu saja dia mengaku sama sekali belum mendapat manfaat FC? Jangan-jangan ada lainnya yg masih salah? (Baca Juga : FC Bikin AKu Lemes)

Sampai kemudian dia bertanya, “mbak kalau habis makan nasi trus makan buah bolehkah?”  Dan dia mengaku masih melakukan kebiasaan lama ini. Makan buah sesudah makan utama. Dijeda sih, katanya. Jeda sejam.

Lah, jeda sejam, apa yakin makanan yang sebelumnya sudah melewati lambung? Apalagi kalau makannya protein hewani, daging-dagingan yang memerlukan waktu cerna hingga 4 jam bahkan lebih.

Wohhh… ya pantas kata saya. Lalu, saya menjelaskan padanya, bahwa dalam FC, buah ya harus dikonsumsi eksklusif. Makan buah hanya dalam keadaan perut kosong. Eksklusif artinya Thok! Kagak dicampur-campur. Memang sih, sesekali FC-er menambahkan bebijian semisal chia seeds, sebagai variasi dan tambahan nutrisi, namun jumlahnya sangat keciiiilll. Jadi bisa diabaikan.

Pelajarannya adalah, kuasai dahulu juklaknya dengan benar, baru terapkan dengan konsisten. Kalau belum menguasai dan sudah merasa ng-FC, jangan-jangan ya seperti ini, TIDAK ada manfaat signifikan. Bukan salah FC nya tentu…

Juklak FC Saya tuliskan di sini: Catatan Tentang Food Combining

Informasi Food Combining dengan bahasa populer bisa dibaca dibuku saya ” Food Combining, Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah “. Jumlah halaman 176. Penerbit Kawan Pustaka.

buku food combining Widyanti Yuliandari

13 tanggapan untuk “Sudah FC atau Hanya “Merasa” Sudah FC

  1. Kalau aku, baru mau akaaan…. hihi…unyil sekali yak..
    Hari pertama sudah ada gangguan dapat undangan rapat yg konsumsinya ala cofee break alias dimakan ditempat…teh, 2 kue basah n kacang telur… Udah gitu..makan siangnya tak ada lauk nabati sama sekali n ga brani skip nasi.. hancur sudah FC hari pertama ku😦

    Suka

  2. Begitulah Mas, FC baru aja ngetrend. Tapi sebenarnya ini bukan pola yg sama sekali baru. Catatan tertua, basicnya pola makan suku essene yg bersumber dari taurat. Dalam Islam pun konon Rasulullah jika sudah kenyang dg kurma tak mencampur dg makan lainnya.

    Suka

  3. Cara makan Rasul, mbak?

    Saya pernah baca FC nggak boleh minum susu. Biasa aja sih sebenarnya, namanya juga pilihan makanan. Tiap orang sah-sah aja berbeda. Tapi yang bikin nggak respek itu, pernah baca pernyataan ekstrim bahwa “susu sapi ya untuk anak sapi, susu kambing ya untuk anak kambing”.. Lha Rasul kita kan minum susu kambing…. ???

    Saya bukan ekstrimis dan nggak akan ikut-ikutan ekstrim atau menghina pilihan orang (saya hanya orang biasa yang lagi belajar) cuman sebagai muslim agak terganggu sih dengan pernyataan itu.. mungkin nggak semua FCers setuju pernyataan tersebut, tapi jujur itu memang benar pernah ada dan saya baca, dan bikin nggak sreg ngikutinnya.

    Btw thanks for sharing mbak..🙂

    Disukai oleh 1 orang

  4. FC nggak boleh minum susu? Kata siapa? Setahu saya FC hanya berusaha menempatkan susu secara proporsional. Tidak ada unsur makanan tertentu yang dilarang dalam FC. Hanya saja, dengan mempertimbangkan berbagai hal misanya: komponen susu sendiri, cara hewan penghasil susu tersebut diternakkan, bagaimana susu diolah, bagaimana kondisi usus peminum susu, dll, maka dalam FC susu tidak disarankan menjadi minuman rutin atau minuman kesehatan. Saya sendiri masih minum susu dalam bentuk es krim.

    Kalau kemudian terganggu dengan kalimat “susu sapi untuk anak sapi susu kambing untuk anak kambing, de es be. Yah itu sih hak pribadi ya. Cuma kalau saya prefer melihat itu omongan siapa, dalam konteks apa.

    Dan saya sendiri memilih untuk tidak mengganggu pilihan orang lain terkait apapun termasuk pilihan makanan dan minuman.

    Soal susu, saya yakin akan terus dan terus menjadi bahan perdebatan. Saya sendiri mantan penyuka susu, yang sudah merasakan sendiri akibat minum susu secara rutin. Itulah mengapa, saya hanya minum susu sesekali saja sekarang ini. Begitupun anak-anak, paling banter hanya seminggu sekali saya bolehkan minum susu. Tanpa mengurangi rasa hormat dan kecintaan terhadap Rasulullah. Karena setahu saya, susu yang dikonsumsi Rasulullah dengan yang umum tersedia sekarang sudah jauh berbeda.

    Salam hangat.

    Suka

  5. Mbak,kalo FC buat anak 7 tahun gimana?Berat badannya sulit naik.Apakah dgn FC bisa nambah bb anakku?mau pesan bukunya gimana mbak?thanks infonya

    Disukai oleh 1 orang

  6. Yang jelas FC memperbaiki penyerapan nutrisi. Itu yang saya yakini. Kalau soal bb saya dan keluarga jrg nimbang. Tp saya amati pada putri saya usia 8 tahun. Sejak mulai mau sarbu dan makan sayur (belum total FC), terlihat badannya makin berisi, tadinya kurus ceking.

    Suka

  7. Untuk anak-anak prinsipnya sama saja. Hanya, karena anak-anak kan masih sangat banyak maunya dan belum sepenuhnya mengerti kenapa mereka harus makan dg cara begini begitu, ya harus sabar dalam penerapannya. Jangan terlalu kaku.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s