Bisnis Online Produk Kesehatan : Kebahagiaan Sembuh Hingga Kabar Kematian

Tadinya saya tak pernah bermimpi akan menjadi “ bakul jamu”. Apalagi bakul jamu online. Meski sejak usia sekolah sering juga jualan ini-itu, namun menjadikan bisnis sebagai salah satu sumber penghasilan utama? Rasanya tak pernah terpikir. Maklumlah, saya lahir di keluarga yang sangat kental tradisi PNS nya. Bapak, para Pakde dan Paklik di keluarga kami, bahkan Mbah dari pihak Bapak adalah PNS.

Tetapi rezeki memang benar misteri. Tak disangka, di usia yang terbilang sangat muda (awal 30 tahunan waktu itu) Allah menguji saya dengan penyakit. Buah kelalaian dan ketidakmengertian saya, bagaimana seharusnya raga ini saya rawat. Pengobatan secara medis sudah dijalani, bosan di satu dokter, lalu mencoba dokter yang lain. Dari dokter umum hingga spesialis. Pengobatan alternatif juga sudah ditempuh, namun tak juga menampakkan hasil yang diharapkan.

Singkatnya, melalui kakak kemudian saya berkenalan dengan sebuah produk herbal, mencobanya selama beberapa bulan dan …. Sembuh! Alhamdulillah. Di lingkungan keluarga juga beberapa orang telah mencoba produk ini, dengan hasil memuaskan. Maka ini kemudian bukan hanya menjadi “jalan sembuh” namun menjadi pula pintu rezeki buat kami sekeluarga dan orang-orang terdekat kami, insyaa Allah.

Setelah riset dan berpikir (tidak begitu panjang, sih) saya dan suami mantap membisniskan produk herbal ini. dipilihlah cara online, kenapa? Pertama, saya tak punya keleluasaan waktu, karena saat itu saya juga sudah bekerja sebagai PNS. Kedua, kota tempat kami tinggal terbilang kota kecil dengan daya beli masyarakat relatif rendah. Maka kami harus mencari peluang, dengan cara apa produk kami dapat dikenal luas? Tentu online adalah salah satu jawabannya.

toko onlineku
Salah Satu Toko Online ku

Akhir tahun 2009 kami memulai bisnis online ini. Awalnya menggunakan web replika yang kami dapat dari jaringan kami. Bergabung di sebuah bisnis dengan sistem jaringan, membuat kami mendapat julukan keren, Independent Product Consultant. Woww…. Jadi bukan sekedar bakul jamu online doong.

Web replika akhirnya kami pandang tak dapat mendukung bisnis dengan optimal. Maka mulailah kami membuat beberapa weblog sendiri. Terapijantung.net, lalu terapikanker.net dan diikuti toko maya berikutnya jusnoni.net. Jatuh bangun kami merawat dan membesarkan ketiganya.

 Pengalaman Bisnis Memperkaya Jiwa

Banyak hal yang telah diberikan bisnis ini pada kami, saya dan suami. Teman baru, kenalan baru, materi dan juga pengalaman baru. Khusus yang terakhir, sejujurnya cukup di luar perkiraan kami. Bahwa ternyata selama lima tahunan menekuni bisnis ini ternyata banyak sekali pengalaman yang terkadang lumayan mencekam, bikin deg-degan, namun terkadang juga penuh kebahagiaan, kesemuanya sungguh memperkaya jiwa.

Misalnya, konsep bahwa rezeki adalah misteri. Beberapa kali mengalami, bahwa transaksi yang tadinya sudah deal pun ternyata bisa gagal. Sebaliknya, ada yang justru sudah tak bisa kami harapkan, eh, ternyata justru deal dan membuahkan keuntungan. Beberapa kali pula terkadang tetiba ada transfer masuk, padahal sang costmer belumjuga order. Jadi dia transfer dulu, baru order. Nah, hal-hal begini makin menguatkan keyakinan akan adanya “tangan gaib” yang menggerakkan aliran rezeki. Sungguh tak ada daya kita juga Dia tak berkehendak.

Suatu saat kami mendapat costumer, seorang ibu sepuh di atas 75 tahun,kasus syaraf terjepit dan sudah mengalami kelumpuhan. Jujur, ada kesangsian, bisa nggak ya Ibu ini sembuh dengan perantara produk kami? Mengingat usia sepuh beliau dengan beratnya masalahnya. Lalu ternyata,kami dibikin tercengang, karena ternyata si Ibu sembuh begitu cepatnya. Dari sini kami belajar, ayolah…jangan pernah under estimate dengan ke-Mahahebatan Tuhan!

Beberapa kali pula kami berbelasungkawa menerima kabar kepergian costumer kami. Kondisinya beragam, terkadang sakit yang dideritanya memang sudah sangat parah ketika mereka mengontak kami. Terkadang pula, costumer pergi pada saat produk yang diorder belum lagi mereka terima (masih di perjalanan). Sungguh, selain perasaan duka yg mendalam, pengalaman semacam ini seperti sebuah reminder bagi kami. Ingatlah, umur tak pernah dapat kita prediksi.

Banyak pula pengalaman bahagia, terutama ketika costumer sembuh total dari penyakitnya. Sungguh, kebahagiaan yang jauh lebih besar nilainya dari sekedar pundi-pundi yang dapat kami kumpulkan dari bisnis ini.

Kiat Merawat Bisnis

Sampai saat ini, bisnis online yang saya jalankan bersama suami sudah berjalan lima tahunan. Mau dibilang sudah sukses, rasanya kok masih jauh. Tapi dibilang belum, kok nyatanya bisnis ini udah bisa membuat hidup kami cukup lah. Memang kalau sekedar buat makan, gaji PNS itu menurut saya lebih dari cukup. Ha..ha… karena saya suka makannya daun-daunan kali yah…. Ngemil juga paling-paling pepaya sama pisang. (ngoceh deh!) tetapi, jujur kalau gaji PNS thok, rasanya susah untuk bisa nyicil rumah, mobil dan bisa berlibur setidaknya sekali dalam setahun. Nah, bisnis online bakulan jamu inilah yang memungkinkan kami membiayainya.

Maka, memang kalau toko sedang sepi, kami masih bisa makan bergizi sih, tetapi jadi susah untuk bisa jalan-jalan, nabung dll. Ha..ha… jadinya, mau tidak mau harus berupaya supaya toko kami tetap dilirik orang dan menghasilkan! Ini beberapa cara yang kami lakukan.

SEO – Untuk yang satu ini sebenarnya awalnya saya tak terlalu ngeh. Tadinya kami mencari custumer dengan cara pasang iklan. Namun ternyata cara ini kurang berjalan baik. Terlalu banyak biaya yang harus kami keluarkan. Akhirnya, mau tidak mau kami harus belajar teknik SEO. Rajin apdet blog dan mengoptimasinya. Di awal-awal saya harus sering begadang membuat artikel-artikel yang bisa mendukung. Semakin banyak pengunjung maka semakin besar peluang mendapat customer. Bukan asal pengunjung pastinya, tetapi pengunjung yang tertarget.

Web informatif – Setelah sukses menggaet pengunjung, langkah selanjutnya adalah membuat pengunjung tak tersesat. Tentu perlu kepiawaian menulis, bukan asal artikel, tetapi ada beberapa hal yang perlu dimuat dalam toko maya khususnya yang menjual produk kesehatan. Beberapa di bawah ini adalah berdasar pengalaman saya, bisa jadi ini berbeda dengan pengalaman pebisnis online lainnya.

  1. Legalitas produk
  2. Komposisi produk beserta khasiat
  3. Riset yang mendukung produk
  4. Award , sertifikasi ataupun bentuk pengakuan lain yang berhasil didapat produk
  5. Testimoni pengguna tentang produk
  6. Cara penggunaan produk
  7. Informasi berbagai penyakit terutama penyakit populer
  8. Harga produk, diskon jika ada dan cara pemesanan lengkap dengan nomor rekening untuk transfer
  9. Nomor kontak yang bisa dihubungi, dll.

Melayani Sepenuh Hati – Sering saya mendapat pertanyaan customer. “mbak, produk ini boleh 300 ribu ya?” padahal harga resminya adalah 488 ribu. Biasanya saya tak mau menjual dibawah harga resmi kecuali untuk loyal costumer atau costumer yang benar-benar kurang mampu. Saya tak mau merusak harga dengan memberikan harga seolah obral barang. Saya pikir, saya harus menghargai upaya saya melayani dengan pelayanan terbaik, dengan tetap memberlakukan harga yang seharusnya.

Banyak pemain online dengan produk sama yang memberikan harga jauh lebih murah. Yah, persaingan memang seringkali tak sehat. Saya sama sekali tak tergoda mengikutinya. Apakah saya tak takut kehilangan costumer? Jujur, sedikit kekhawatiran terkadang ada. Namun masih jauh besar keyakinan saya bahwa bisnis on the right track pasti membuahkan hasil lebih baik.

Dan, alhamdulillah nyatanya memang demikian. Apalagi ini berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan nyawa seseorang. Membanting harga terlalu murah dari harga umumnya, justru akan menimbukan kekhawatiran akan kualitas atau keaslian produk.

Dalam persaingan yang kadang sangat keras begini, mau tak mau tetaplah kami harus punya nilai lebih. Kami memastikan, bahwa itu bukan pada harga yang lebih murah tetapi lainnya salah satunya pelayanan sepenuh hati.

Harus diakui, bisnis online sungguh banyak kompetitor. Dengan produk yang sama saja ada ratusan pemain. Ini baru di Indonesia. Maka kemudian saya merasa harus memiliki nilai lebih sebagai penjual. Untungnya predikat saya dalam bisnis ini memang bukan penjual ya, tetapi julukan keren di atas. Independent product consultan! Saya hanya berupaya menghayati sebutan ini saja, sudah bisa menjadi sebuah poin plus.

Pendeknya, saya tak bisa hanya sekedar menjual lalu selesai! Saya harus memastikan bahwa produk digunakan dengan benar. Selain itu, urusan sembuh atau tidak, menurut pengalaman saya (dan juga menurut seorang dokter spesialis kondang di kota saya) tak hanya tergantung pada obat, tetapi faktor lain seperti:

  1. Pola makan
  2. Aktifitas
  3. Pola tidur/istirahat
  4. Mental/spiritual

Maka sebagai “poin plus” bagi bisnis yang saya jalani ini. Saya selalu berupaya memastikan costumer saya dapat mengoptimalkan empat faktor di atas. Biasanya melalui sms atau telepon saya berulang-ulang mengingatkan costumer.

“Tahitian noninya sudah diminum, Bu?”

“Jangan lupa banyak makan sayur ya …”

“Bapak, semangat ya.Pasti sembuh!”

Nah, itu sekelumit cerita saya melakoni profesi sebagai pebisnis online. Penuh suka duka, namun saya yakin untuk tetap melakoni dan mengembangkan bisnis ini, selagi saya bisa.

 banner GA susindra III

Iklan

5 tanggapan untuk “Bisnis Online Produk Kesehatan : Kebahagiaan Sembuh Hingga Kabar Kematian

  1. Bunda Astutiana, terimakasih atas apresiasinya 🙂 Iya Bunda senyampang masih diparingi kemampuan, pokoknya semua hal positif layak dikerjakan.

    Suka

  2. Rejeki bisa datang dari mana saja ya mbak. bahkan ketika diberi ujian sakit pun, dibuka pintu rejeki lainnya. Karena rejeki memang takkan pernah tertukar. Terima kasih sudah menulis cerita lengkap tentang bisnis online-nya. Saya banyak belajar dari sini. ❤

    Jabat erat dari Jepara,
    Susindra

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s