Muri Handayani: Merawat Bisnis Dengan Berkomunitas

Sebenarnya, sudah beberapa waktu lalu saya diam-diam menjadi pengagum rahasia sosok yang satu ini. Nama serta kiprahnya pertama kali saya ketahui melalui sebuah komunitas yang saya ikuti. Sebagai PNS yang juga mompreuner, segala sesuatu di balik sukses sebuah bisnis tentulah sangat menarik bagi saya.

 Muri Handayani

Alhamdulillah, rezeki banget saya mendapat kesempatan ngobrol dengan beliau, sosok cantik di balik sukses Razha. Sudah kenal Razha? Brand hijab yang saat ini sudah memiliki Lebih dari 450 agen dan distributor tidak hanya di Indonesia tetapi di beberpa negara lain yakni: Jepang, Singapura, Thailand, Australia, USA, Brunai, Malaysia, Hongkong, Philipina. Wowwww banget…

Bukan melulu soal pencapaian RaZha yang menarik bagi saya. Tetapi bagaimana bisnis ini disemai lalu bertumbuh hingga sebesar saat ini, sungguh menarik untuk disimak. Apalagi kabarnya RaZha ini adalah bisnis Mbak Hani, panggilan akrabnya, yang ke 7. Bisnis lain sudah gulung tikar. Jadi menarik banget untuk tahu apa “rahasia” survive bahkan pesatnya perkembangan RaZha.

Saya Suka Berkomunitas!

Berbicara mengenai trik suksesnya sebuah bisnis, tentu banyak faktornya. Namun kali ini saya ingin memfokuskan pada satu faktor saja dulu yaitu komunitas. Ini seperti dikatakan Mbak Hani, pada saya. “Saya suka berkomunitas”, kata beliau.

Mbak Hani, yang sejak mendirikan RaZha bergabung dengan komunitas TDA Bandung ini menjelaskan, bahwa dengan berkomunitas kita bisa mendapat banyak ilmu, pengalaman, sahabat.

Membangun bisnis itu diibaratkan seperti menanam pohon, kata Wanita lulusan Universitas Budi Luhur, jurusan Teknik Informatika ini.  Jika berhasil maka pohon akan berbuah banyak. Terkadang bisa jadi hanya sedikit buahnya. Hal ini dipengaruhi banyak hal. Curah hujan, cuaca, hama, tanah, pupuk dll. Atau bahkan pohonnya mati sebelum berbuah.

Apa yang salah? Tentu bukan salah pohonnya, melainkan petaninya. Mungkin sang petani tidak punya ilmu pertanian, tidak mengerti pupuk, tidak tahu cara pengairan yang baik, tidak mengenal jenis hama, tidak memahami perawatan pohon sesuai usia tanam, tidak tahu jenis tanah, dll.

Saat memulai bisnis, banyak sekali yang harus kita pelajari, supaya usia bisnis
kita tidak hanya seumur jagung dan berharap bisa panen dengan hasil melimpah. Maka tanamlah di tanah yang subur, pelajari ilmu pertanian, pelajari pupuk yg tepat, pelajari sistem pengairan, pelajari hama supaya tidak merusak dll. Menurut Mbak Hani, mempelajari itu semua juga tak harus di sekolah formal, banyak jalan termasuk komunitas. Ikutilah Komunitas yang terdiri dari PENGUSAHA beneran bukan hanya TEORI.

RaZha

Inilah yang dilakukan beliau sejak menanam RaZha dibulan Mei 2011 dan hingga kini membuahkan hasil melimpah. Menurutnya, sejak menyemai RaZha langsung bergabung dengan Komunitas Bisnis TDA (Komunitas Tangan Di atas). Komunitas tersebut memiliki visi membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban

Menurut Mbak Hani, di sana beliau merasakan mendapat keluarga baru, guru, sahabat dan rekan bisnis. Selain itu, di komunitas tersebut Mbak Hani merasakah wawasan makin terbuka, mendapat banyak ilmu baru yang bertebaran dan gratis pula. Teman-teman di komunitas tersebut, walaupun mereka sudah jauh lebih sukses, tetapi tetap rendah hati dan enggak pelit berbagi ilmu.

SBO Dan Semangat Berbagi

Sangat boleh jadi, karena sudah merasakan manfaat berbagi di komunitas, maka semangat berbagi inilah yang juga menjadi jiwa dalam bisnis Muri Handayani. Maka setelah sukses membesarkan RaZha, beliau membagi ilmu berbisnisnya dalam wadah yang dinamainya Sekolah Bisnis Online. Melalui wadah SBO, Online Business Coach pertama di Indonesia ini fokus membantu para Ibu Rumah Tangga yang ingin berkecimpung di dunia Bisnis Online. Niatan ini muncul didorong oleh keinginan agar perempuan khususnya ibu rumah tangga tetap bisa berdayaguna meski tak bekerja di perusahaan atau menjadi pegawai. Mandiri secara finansial sekaligus. Apa yang dipelajari di SBO? Wuahh super komplit ternyata, mulai dari branding, sistem pembayaran, bagaimana membuat foto-foto cantik, kemasan hingga target omzet.

Merasakan manfaat berkomunitas, maka ini diterapkannya pada alumni SBO. Jadi para alumni SBO tidak dilepas begitu saja. Mereka dibuatkan wadah berupa 1 grup. Disana mereka masih bisa belajar, bernetworking, diskusi, dan kolaborasi.

sbo

Minggu depan jumlah almuni SBO akan lebih dari 750 orang, angka ini terus bertambah seiring dibukanya kelas pelatihan berikutnya. Apakah Mbak Hani puas sampa di sini? Oh tidak! Baru-baru ini owner RaZha yang cantik ini juga meluncurkan buku. Bukan sembarang buku lo, tetapi buku Action plan yang bisa memandu seseorang yang ingin menjalankan bisnis dengan lebih terarah. Buku ini disusun untuk perencanaan bisnis selama 1 tahun. Video tutorialnya juga udah diupload di youtube, lo!

Nah, Anda ingin belajar berbisnis? Rasanya, bergabung dengan SBO nya Mbak Muri Handayani patut dipertimbangkan.

3 tanggapan untuk “Muri Handayani: Merawat Bisnis Dengan Berkomunitas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s