Hamzah, Raminten dan Mirota Batik Malioboro

Jadi, tgl 10-13 november tempo hari, ceritanya saya lagi ada acara dinas di Jogja. Event keren gawenya Pusat Pengelolaan Lingkungan Ekoregion Jawa (PPE) yaitu Workshop Peningkatan Kapasitas Laboratorium Lingkungan Daerah. Acara sih hanya dua hari yaitu tgl 11-12, tapi karena perjalanan dari Bondowoso ke Jogja kurang lebih 12 jam sodara, jadilah saya berangkat tanggal 10 nya.

Seusai penutupan acara tanggal 12 siang, saya bersama beberapa teman berniat mencari oleh-oleh. Inginnya yang praktis, enggak pakai ribet nawar, karena waktu kami tidak terlalu longgar. Lagi pula, harus diakui, untuk urusan tawar menawar, terkadang saya menunjukkan performa yang sungguh payah. *halah.

Maka, kami memutuskan menuju Mirota Batik saja, dengan pertimbangan selain harganya pas tanpa tawar menawar, barangnya juga bagus-bagus dan hampir semua oleh-oleh khas Jogja ada di sana. Sampai di Mirota Batik, seperti biasa di pintu masuk pengunjung disambut oleh orang tua berpakaian Jawa, mengucapkan selamat datang pada para tamu.

Kata-kata yang mak jlebb ini diletakkan di bawah foto Sri Sultan bersama Ratu Hemas
Kata-kata yang mak jlebb ini diletakkan di bawah foto Sri Sultan bersama Ratu Hemas

Memasuki Mirota Batik ini suasananya mirip di House Of Raminten. Bunga disana-sini, serta penataan yang cantik. Oh ya, di sini juga ada foto sinuwun. Untuk barang-barang yang bisa dibeli di sini sangat variatif, mulai dari batik baik yang masih berupa lembaran hingga yang sudah berbentuk pakaian aneka model dan harganya juga sangat variatif. Untuk kain misalnya, ada yang dijual meteran dengan harga permeter dibawah Rp.30.000 hingga yang perlembar dibandrol ratusan ribu pun ada. Bahkan yang harga juta-juta bisa Anda temukan di area khusus batik berbahan sutera.

Untunglah saya membatasi cash yang sayai bawa, kalau tidak, di sini bisa kalap belanja :D
Untunglah saya membatasi cash yang sayai bawa, kalau tidak, di sini bisa kalap belanja😀

Di sini saya membeli beberapa meter kain batik. Biasa, pilihan saya sih yang murah meriah. Hi..hi untuk oleh-oleh juga saya beli wedang secang serta wedang uwuh instant. O ya, di sini juga tersedia aneka cokelat Jogja, saya gak begitu tahu sejak kapan pastinya cokelat menjadi salah satu oleh-oleh penganan khas Jogja selain bakpia, gula-kelapa, dan teman-temannya. Untuk coklatnya saya pilih Coklat Monggo, selain banyak yang mereview, saya juga sempat icip coklat punya teman saya Elia yang saat workshop duduk di sebelah saya. Harganya sekitar duapuluh ribu sebatang, rasanya nagih! Kalau gak ingat timbangan rasanya saya akan makan terus dan terus.

Di Mirota batik lantai 1 ini, juga kita bisa melihat aktifitas membatik. Ada dua orang yang sedang membatik di sana. Saya minta ijin petugas untuk memotretnya. Saya melihat aktiitas membatk ini beberapa menit, lalu melanjutkan berburu oleh-oleh.

Untuk Anda yang mencari buah tangan berupa souvenir, bisa menuju lantai dua. Di lantai dua ini tempat aneka kerajinan khas Jogja. Lapar atau haus setelah berbelanja? Eh, ternyata di lantai 3 ada resto. Namanya Oyot Godhong. Lucu ya namanya, oyot secara harfiah artnya akar, sedangkan godong adalah daun. Menurut informasi di sini juga ada pertunjukan cabaret show setiap jumat dan sabtu malam.

 0_bakpia

Selesai dengan urusan belanjaan, saya keluar dari Mirota Batik. Nah, langsung deh ke kios mungil di emperan Mirota, sebelah kanan pintu masuk. Di sini Anda bisa mendapatkan berbagai oleh-oleh khas Jogja. Makanan jadul juga ada. Kalau biasanya saya membeli Bakpia dengan merk /cap berupa angka: 25  misalnya, sekarang saya lagi pengen nyoba bakpia berlabel Raminten. Belum pernah soalnya. Untuk rasa bakpianya menurut saya standar saja.Enak. Soalnya saya suka banget bakpia sih, asal ndak apek atau tengik aja udah enak menurut saya. ha..ha… etapi bakpia yang premiumnya Raminten ini menurut saya beneran enak. kebetulan saya ambil yang rasa keju. uenakk!

Nah, di sini saya ngobrol dengan salah seorang petugasnya. “Pak, ini masih satu manajemen dengan house of raminten? “ tanya saya.

“oh, ya betul Mbak”, jawab si bapak ramah

“sebetulnya Raminten itu siapa ya Pak”, saya spontan bertanya. Habis penasaran sih, sosok satu inibegitu terkenalnya di Jogja.

Bapak tersebut menjelaskan panjang lebar, bahwa Raminten, sosok bersanggul dan berkebaya Jawa itu adalah nama panggung Pak Hamzah, yang juga pemilik Hamzah Batik atau Mirota. Jadi House of Raminten, Bakpia Raminten dan Mirota Batik alias Hamzah batik itu masih satu manajemen. Dahulu di TVRI ada sebuah acara yang bertajuk “pengkolan”. Acara dagelan yang menjadi tontonan favorit kala itu. Nah, Pak Hamzah memerankan Raminten dalam acara tersebut.

Wooo… saya kudet ternyata. Baru tahu hubungannya antara Hamzah Batik dan Raminten. Padahal sudah sering membaca tentang Mirota dan house of raminten, tapi suer emang baru dari penjelasan bapak petugas kios inilah saya jadi tahu. He..he

Kepada Bapak ini pula saya menanyakan, kenapa di tempat ini, termasuk di dalam Mirota Batik banyak terdapat bunga-bunga. Bunganya khas bunga tabur pulak, seperti mawah, melati, kenanga dan kantil. Bahkan pernah dengan cerita seorang blogger yg parno dengan hadirnya bunga-bunga tersebut. He…he… jangan parno dulu yak, ternyata menurut beliau itu tak lebih hanya untuk pewangi saja kok.

Nah, itu tadi sedikit cerita tentang Mirota Batik. Tempat ini recommended banget, bukan sekedar pas buat belanja. Tetapi juga menurut saya tempat yang bisa kita nikmati suasananya. Sepertinyaa dalam kunjungan mendatang ke Jogja saya akan datang lagi ke sini, deh. Suka!

5 tanggapan untuk “Hamzah, Raminten dan Mirota Batik Malioboro

  1. Hihi iyaa, jd di acara TV itu si bapak pemilik mirota didandani perempuan –>raminten. sekarang kalo lg dandan cowok suka diplesetin namanya jd raminto. jadi raminto – raminten🙂

    Suka

  2. Salah 1 tempat favorit yang ga pernah saya lewatkan; ya Mirota itu. Cuma terakhir ke sana, kok ya uwel-uwelan, penuh bingits…jadi kurang nyaman belanjanya ^_^

    Suka

  3. emang bener kerja sambil jalan2 ya seperti ini ya mbak,,,aku juga udah pernah ke mirota batik mbak,,,bagus2 disana bingung aku sampean yg mau milih hehehe akhirnya gak jadi beli krena budget gak ada haahhaha

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s