Rahasia Persalinan Super Santai

Santai … kayak di pantai

Eh? Emang kalau urusan persalinan bisa begitu? Bisa dong! Meski di pantainya sambil mringis dikit nahan sakit. Hi..hi… Ini kisahnya.

Proses melahirkan anak kedua diawali mulas-mulas ringan, pagi itu. Kamipun segera meluncur ke tempat bidan yang sudah direncanakan akan membantu persalinan kedua ini. Bidan memeriksa. “Wah, masih bukaan 2, pulang dulu wis mbak,” katanya. Saya pulang dan beraktifitas seperti biasa di rumah. Kebetulan dua minggu sebelumnya saya sudah memasuki masa cuti.

Siang saat kontraksi makin terasa, saya mulai menghitung lama per kontraksi dan intervalnya. Makin nyata sih, tapi kok nggak sakit ya? Hanya mulas-mulas ringan saja.

Menjelang sore, ponsel berbunyi. Sebuah sms dari bidan saya. Isinya kurang lebih begini. “Hayo cepetan, kok nyantai banget. Besok saya mau ke Jogja lo”.

Dik Rani Waktu Bayi
Dik Rani Waktu Bayi

Wah, saya cepat bersiap. Tas perlengkapan kebetulan memang sudah disiapkan. Rumah bidan tak begitu jauh dari perumahan kami.

Sampai di rumah bidan, setelah diperiksa ternyata bukaan 6. Bidan memutuskan memecah kantong ketuban. “Cubles ae kah, ben ndang”, katanya. Ha..ha…. monggo mpun Bu, saya pasrah.

Sambil menunggu bukaan lengkap, saya berinisiatif menelepon sahabat saya. Mengabarkan bahwa saya dalam proses bersalin dan mohon doanya. Tentu juga tak lupa ber haha-hihi membunuh waktu. Mereka keheranan “kok bisa sih wid, udah mau nglahirin masih ketawa ketiwi? Hihi…hi…. Emang aku gak kesakitan kok, jadi biasa aja. Teman yang saya telepon memang saat itu masih tetap tinggal di kos dekat kampus. Kebetulan saya saya telepon, beberapa teman lainnya sedang berkumpul di sana. Jadilah hp dioper-oper dari satu orang ke lainnya. Seru!

Dari ruang sebelah yang berfungsi sebagai ruang periksa, Bu bidan yang masih melayani imunisasi bayi setengah berteriak berkata. “Paling sik bukaan 8 lek wis 9-10 mesti wis mbengok-mbengok,” katanya. Maksudnya dia memperkirakan bukaan 8, karena saya masih santai bahkan ber-haha hihi. Kalau sudah bukaan 9 atau 10 pasti sudah teriak-teriak kesakitan, katanya.

Rasa sakit kemudian mulai terasa menguat. Saya mulai mengatur nafas, teknik pernafasan yang saya pelajari dan latih sejak kehamilan pertama memang saya akui sangat membantu melalui kontraksi yang makin intens. Tetiba saya terasa ingin BAK, saya minta ijin untuk ke toilet yang hanya beberapa langkah dari bed. “BAK lo ya, bukan BAB. Kalau kepingin BAB itu udah mau keluar bayinya, wis gak usah turun.”

Bener bu, BAK kok,” kata saya meyakinkan. “Ya udah hati-hati ya.” Dipapah suami saya menuju toilet. Usai BAK seperti ada gelombang besar mendorong di bawah perut. Saya berteriak. Bidan menyuruh segera menuju tempat tidur dan memeriksa kembali.

“Udah lengkap, yuk kita keluarkan,” katanya. Wahhh senang dan leganya saya. Bidang memandu untuk mengejan, dan hanya 3 kali mengejan, nongollah  bayi Rani yang cantik.

Bagi saya, pengalaman melahirkan kedua ini benar-benar mengubah persepsi bahwa melahirkan itu sakit. Persalinan kedua ini sakitnya sedikit dan sebentar saja, hanya beberapa menit. Pasca persalinan recoverynya juga sangat cepat. Malam melahirkan, pagi saya sudah bisa bersih-bersih rumah. Pokoknya, tidak terasa kepayahan persalinan yang biasa diceritakan.

Rahasianya? Menjaga pola makan, latihan fisik, pilih bidan/dokter yang sreg di hati, perasaan positif, dan berdoa tentunya. Oya, kondisi tiap orang berbeda, banyak juga orang yang tanpa persiapan khusus bisa melahirkan dengan mudahnya.

17 tanggapan untuk “Rahasia Persalinan Super Santai

  1. Subhanallah, seneng rasanya kalau baca persalinan yg lancar rasanya seperti mendapat support, mudah2an nanti saya juga lancar sepertiproses melahirkan mba Wy, Amin yra.

    Suka

  2. Kalau untuk persiapan fisik,aku sih simpel aja Mak. Sering jalan kaki, Senam hamil, rajin ngepel, sama belajar teknik pernafasan juga posisi2 yang nyaman untuk melalui kontraksi. Udah itu aja. Kebetulan juga waktu itu kan aku belom knal internet,jadi gatau yg macem2 kayak sekarang deh😀 Tapi alhamdulillah semua cukup membantu.

    Suka

  3. Hai Mba Reni. AMiin..aamiin. Yang penting disiapkan semaksimal mungkin dan dihadapi dg perasaan posotif ya Mba. Aku juga kaget kok, bisa ya nglahirin gapake sakit. Padahal belom kenal hypnobistrhing etc deh wkt itu.

    Suka

  4. Oya Mba, kalau persalinan pertama belum pernah nulis kayanya. Lahiran normal sih, tapi sangaaaatt menyakitkan. Hu…hu….setelah aku introspeksi sih emang karena kurangnya pengetahuan juga wkt itu😀

    Suka

  5. Wah, kalo semua persalinan bisa berjalan seperti ini, mah, semua wanita pasti ingin punya anak banyak ya, Mak? Hihi… Kalo aku dulu, wkt lahirin Intan, sampai 3 hari 3 malam masih di ruang partus, Mak, karena cuma buka 1 doang, akhirnya di CT scan, ealah, tulang panggul sempit, akhirnya ga ada pilihan lain deh, caesar.🙂

    Pengalaman yang indah, Mak, layak jadi pembelajaran bagi emak2 lainnya, nih, agar bisa melahirkan dengan nyaman dan ‘santai’. Sukses yaaa!

    Suka

  6. Kok komen awal ga muncul ya?
    Coba pake akun wordpress ah!

    Wah, kalo semua persalinan bisa berjalan seperti ini, mah, semua wanita pasti ingin punya anak banyak ya, Mak? Hihi… Kalo aku dulu, wkt lahirin Intan, sampai 3 hari 3 malam masih di ruang partus, Mak, karena cuma buka 1 doang, akhirnya di CT scan, ealah, tulang panggul sempit, akhirnya ga ada pilihan lain deh, caesar.🙂

    Pengalaman yang indah, Mak, layak jadi pembelajaran bagi emak2 lainnya, nih, agar bisa melahirkan dengan nyaman dan ‘santai’. Sukses yaaa!

    Suka

  7. waah mak bener tiap orang beda2..utk kasus anak pertamaku ya sudah dicoba berbagai trik dan tips seperti yang diaku bilang Tak ada kontraksi tak ada pembukaan…ga ngerti rasanya mules smp 42 minggu usia si kakak..smp harus dikeluarin secara emergency…
    Asiik seasik2nya deh klo bisa melahirkan santai kayak di pantai gini…
    Pasti jadi semangat nambah dehh hahahaha

    Suka

  8. Kaka Al, waduhhh 3 hari di ruang partus? Pasti penantian yang menguras energi ya kaka. Iya Mak, inginya tulisan ini setidaknya mengurangi ke “parno”an emak-emak yg belum pernah mengalami persalinan. Ha..ha…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s