Kapok Cheating

Hai

Ini adalah posting pertama di tahun 2015 ini. Setelah memuaskan diri dengan liburan kurang lebih dua pekan yang kami habiskan dengan berperjalanan yang bisa dibilang ala backpacker. Lelah usai liburan, tapi soal semangat, jangan ditanya. Wuahhh… luar biasa! Rasanya jiwa ini bagai baterai yang baru direcharge. Full! *lebay yo ben

Sebagai seorang food combiner, salah satu hal yang perlu disiapkan sebelum berperjalanan adalah stok makanan, atau at least kami harus merancang bagaimana agar saat travelling kami tetap bisa berpola makan setidaknya tidak terlalu jauh melenceng dari food combining. Itu sudah saya niatkan sejak awal merancang liburan ini.

Sayangnya, rencana tinggal rencana. Bepergian backpacking dengan dua krucils ternyata cukup menyita energi. Dan di perjalanan saya tak punya banyak energi untuk tetap konsen memperhatikan makanan agar tetap ideal sesuai food combining. Maka ya, sudah, terpaksa dengan senang hati kami cheating. Ha..ha… eitdah! Terpaksa kok dengan senang hati ? Iya dong, jangan sampai pola makan ini membelenggu. Tak dapat makanan ideal? Yasudahlah, syukuri dan nikmati apapun yang bisa dimakan. Wajib itu! Karena makan dengan perasaan bersalah justru akan memperburuk keadaan kan?

Sebenarnya, kami tak seratus persen makan ugal-ugalan. Jeniper setiap pagi memang terlewatkan, namun sarapan buah setidaknya 1-2 ronde tetap kami lakukan. Sayur tetap selalu kami konsumsi, meski porsi raw veggie tak seperti biasanya. Penggabungan karbo dan protein hewani juga sebisa mungkin masih bisa kami hindari. Ya, sekali dua kali tak tahan dengan godaan nasi gudeg lengkap plus telur (saya tidak terlalu suka ayam) atau nasi liwet solo lengkap. Ha..ha… namanya juga liburan. Menikmati hidup!

Baca juga: Seluk Beluk Cheating

Gudeg Jogja

Nah, apa hasilnya setelah dua mingguan cheating? Pulang liburan badan babak belur kaya habis ditonjokin se RT. *lebay lagi kan he..he. Lemes dan gampang banget capai. Belum lagi rasanya saya menjadi gampang ngantuk. Bagaimana dengan perut? Wuihh, celana yang tadinya enak dipakai jadi sesak dan susah dikancingkan. Perut sebah dan BAB jadi kurang lancar. Tobat! Apalagi dengan jujurnya Raniah berkomentar, ” Bunda gendut, kebanyakan makan gudeg”. Ha..ha…. Jangan terlalu jujur gitu dong naaak🙂

Setelah itu semua, mulai senin kemarin saya mencanangkan hari kembali berdisiplin FC. Semoga seminggu ke depan segalanya sudah lebih nyaman, badan kembali lebih berenergi seperti biasanya.

11 tanggapan untuk “Kapok Cheating

  1. wah lama gag posting nie mbaknya..

    selamat tahun baru ya mbak… mbak kalo boleh tahu makanan yang baik buat tenggorokan apa ya, kayaknya kok sensitif tenggrokan.

    Makasih

    Suka

  2. Ha..ha…iya Mas, 3 mingguan gak posting. Benar-benar meliburkan diri. Apa ya? Kalau buat tenggorokan kadang subjektif juga, ya.Ada orang2 yang sensitif terhadap gorengan atau buah yang bergetah misalnya rambutan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s