Menyusuri Kampung Batik Di Solo (2)

Bagian 2: Belanja Batik Dalam Suasana Jawa Tempo Doeloe Di Omah Laweyan

 

Pose Cantik Dulu Dong ! Lokasi : Beranda Omah Batik Laweyan - Solo

Pose Cantik Dulu Dong !
Lokasi : Beranda Omah Batik Laweyan – Solo

Hai,

ini adalah tulisan kesekian oleh-oleh ngebolang akhir tahun kemarin ke Solo-Semarang-Jogyakarta, selama dua pekan. Nah, ini masih episode Solo ya. Kotanya bapak presiden kita nih!

Omah Laweyan. Tempat ini saya kunjungi pada hari kedua saya di Solo. Setelah hari pertama blusukan di Klewer (sebelum pasar tsb terbakar) dan Kampung Batik Kauman di hari pertama. Pagi usai sarapan, kami menggunakan becak yang mangkal di depan hotel, menuju Laweyan. Dari hotel kami di jalan radjiman menuju Kampung Batik Laweyan memang tak seberapa jauh. Tak sampai 1 km, sang penarik becak hanya mematok harga Rp. 5000 rupiah. Woww murah! Mungkin karena dia juga memperhitungkan fee yang akan didapatnya dari tempat-tempat batik dimana kami nantinya akan berbelanja.

Omah Laweyan, tampak dari luar saja sudah terasa banget atmosfer jawa tempo dulu. Bangunannya berupa bangunan rumah jawa kuno yang di sana-sini sudah direnovasi terutama bagian dalamnya terlihat mengalami pengembangan. Tempatnya mudah sekali ditemukan, tepatnya berada di pinggir jalan Radjiman.

Dikelilingi Batik, Ahhhh...heaven!

Dikelilingi Batik, Ahhhh…heaven!

Cukup lama saya berada di tempat ini. Menyisir rak demi rak mulai dari pakaian, bahan batik hingga craft. Dari sisi harga sangat variatif, bahan yang under 100 k hingga yang jutaan ada di sini. Kalau Anda bandingkan dengan harga di pasar klewer, jelas lebih mahal di sini. Tetapi sebanding dengan kualitas produk juga suasana belanja yang nyaman. Pakaian-pakaian di sini, selain kualitas bahannya bagus jahitannya juga rapih. Jadi menurut saya sudah sesuai dengan harganya.

Sembari saya dan Raniah berbelanja, Kak Asa dan ayah yang tak begitu telaten mengikuti kami berkeliling, memutuskan untuk duduk-duduk di beranda. Kebetulan ada Mbah penjual getuk yang ngider. Jadi mereka berdua menunggu sambil menikmati getuk murah meriah dan uenakk. Beneran, getuk murmer tadi rasanya bikin lidah bergoyang, lembuuut banget getuknya.

Jalan-jalan di Kampung Batik Laweyan, Anda tak perlu khawatir kelaparan. Banyak tempat makan kok, di sini. Dari yang model warung-warung emperan, penjual keliling hingga yang bergaya cafe, ada. Enggak susah juga menemukannya,karena di banyak titik Anda akan dipandu dengan peta/denah berukuran super besar, sehingga pengunjung gakakan kebingungan.

Oh ya, dari beranda Omah Laweyan ini kita juga bisa melihat aktifitas para pembatik. Bagi saya, suami dan anak-anak, ini menjadi hal yang mengasyikkan. Meski sehari sebelumnya mereka sudah melihat aktifitas pembatik di Kampung Kauman, tetap saja antusias melihatnya di sini. Dan, bagi Anda yang ingin sekalian belajar membatik, bisa lho belajar di sini. Menurut Mbak petugas di sini, biayanya per orang Rp.60.000 saja.

Melihat Aktifitas Para Pembatik

Melihat Aktifitas Para Pembatik

Perburuan saya ditempat ini menghasilkan selembar kain batik cap dan selembar daster pesanan Ibunda, plus selembar scraft batik kawung yang sudah lama saya bayangkan warna dan motifnya. Tidak banyak, karena sehari sebelumnya saya sudah membuat ransel makin sesak dengan berlembar-lembar kain batik dari kampung batik kauman. Ini nih yang bikin saya mungkin “keluar” dari persyaratan backpacker (ada yang menulis, backpacker harusnya nggak terlalu banyak belanja!). Ya maklumlah emak-emak dan emang saya cinta mati sama batik. Ha…ha…. Yasudahlah, saiah pasrah ajalah biar ndak disebut backpacker. Yang penting udah puas belanja batik 😀

Iklan

11 thoughts on “Menyusuri Kampung Batik Di Solo (2)

  1. wyuliandari berkata:

    sudah dong mas, ceritanya ada di blog saya yang lain: widyanti.blogdetik.com/2014/05/07/yuke-yuliantaries-merawat-warisan-dan-memberdayakan-sekitar/

    Disukai oleh 1 orang

  2. edi padmono berkata:

    Jadi ingat masa kecil, karena anak-anak sebaya saya adalah perempuan semua maka saya bermainnya ya sama perempuan dan kebanyakan anak perempuan di kampungku kegiatan setelah pulang sekolah adalah membatik sehingga terkadang saya juga ikut ikutan membatik….. 😀

    Suka

  3. wyuliandari berkata:

    Halo Mak Fadlun. Terimakasih kembali dah mampir :D. Jangan lupa kabari aku kalau ntar ada barang bagus disana yaak. 😀

    Suka

  4. wyuliandari berkata:

    Ada yang nulis seperti itu Mbak. Tapi selama belanja bukan menjadi fokus,aku pikir sih sah2 aja. Ha..ha…yang penting dompet gak jebol aja mbak 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s