Vitamin C Yang Tepat Di Saat Yang Tepat

Beberapa minggu ini boleh dibilang minggu-minggu yang super sibuk. Mulai urusan promo-promo buku terbaru saya Food Combining : Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah, urusan kantor, ngurus krucils, melayani konsultasi customer masih ditambah urusan ini-itu macam arisan Ibu-ibu PKK, *Tsaaaa…. Saat-saat begini, mestinya saya justru butuh memperhatikan makanan yang masuk. Namun sayangnya, terkadang justru terpaksa untuk cheating. Berpaling sejenak dari pola makan Food Combining yang telah saya jalankan selama lebih dari 3 tahun. Misalnya, dalam kondisi kita bertamu dan disuguhi tuan rumah makanan yang tak sesuai dengan prinsip-prinsip FC, ya makan saja untuk menghormati yang menyuguhi, kan? Istirahat juga terkadang kurang. Tidur kemalaman dan sering tak lagi sempat melakukan power nap, tidur siang sesaat untuk mengembalikan energi.

Well, saat begini saya merasa butuh suplementasi, selain tentu saja segera kembali ke pola makan yang semestinya, bahkan dengan sedikit ekstrim yakni dengan benar-benar mengasup makanan dominan mentah (buah dan sayur mentah, bukan protein hewani mentah).

Saya memang termasuk jarang mengonsumsi suplemen, karena seperti yang disebutkan Tan Shot Yen dalam bukunya “Saya Pilih Sehat Dan Sembuh”, suplemen itu digunakan pada kondisi tertentu saja, misalnya:

  • Karena kondisi tertentu yang membuat tubuh kita tidak mampu mencukupinya
  • Karena tubuh memang tak bisa memproduksinya (misal, vitamin C)
  • Atau karena kondisi tertentu yang mengharuskan tubuh kita memperoleh asupan lebih.

Nah, karena saya sedang kurang fit, saya memutuskan untuk mendapatkan tambahan vitamin C. Memang sih, saya sudah memperolehnya dari buah dan sayuran yang saya konsumsi. Tapi, saya memutuskan menambahkan dengan suplementasi, karena beberapa hari ke depan saya harus dinas luar juga, jadi saya harus dalam kondisi prima.

Tentu saja, saya yang untuk urusan makan saja termasuk pilih-pilih (pilih yang sehat dong), apalagi untuk urusan suplemen, tentu saya ingin memilih yang baik dan aman bagi tubuh. Kembali merujuk buku dr. Tan, beliau menyebutkan,  ada tiga persenyawaan vitamin c  yaitu, asam askorbat, sodium askorbat dan kalsium askorbat. vitamin C yang terbaik adalah yang berupa sodium askorbat. Soal dosis, masih di buku yang sama disebutkan bahwa di atas 500 mg per hari. Karena di bawah 500 mg per hari akan terjadi efek terbalik antioksidan.

gutacci

Kebetulan saya ada sedang ada persediaan Gutacci 1000 mg Vit C Crystalline. Melihat label di bagian ingrediens, vitamin ini berbahan sodium ascorbate. So, saya pakai saja yang ini. Pada pemakaian pertama, saya hanya menggunakan setengah pack saja. Sesuai yang disarankan Hiromy Shinya, bahwa kalau kita tak terbiasa menggunakan obat-obatan, maka gunakan dosis lebih kecil dari orang kebanyakan. Jadi satu pack Gutacci saya larutkan dengan kira-kira 200 ml air, nah kemudian saya minum setengah gelas saja. setengahnya  dihabisin sama Kangmas Bojo, ha..ha….

Rasanya enak dan ada sedikit aroma jeruk yang lembut, tidak terlalu menyengat. Ini pas dengan selera saya. Manisnyapun tak berlebihan. Adakah efeknya sampingnya? Nah, ini saya juga penasaran, karena sangat jarang mengonsumsi obat maupun suplemen, awalnya sedikit khawatir akan menimbulkan rasa perih atau sensasi kurang nyaman di lambung. Alhamdulillah ternyata tidak. Dari saat minum di malam hari, hingga bangun tidur di pagi hari, alhamdulillah enggak ada rasa tak nyaman di perut.

Nyaman dengan setengah dosis, saya mencoba satu dosis penuh sesuai anjuran. Jadi satu pack, tambah segelas air, lalu aduk. Glek…glek deh. Dan, alhamdulillah juga masih aman di perut.

20150313_152809

Nah, sekarang saatnya mencoba varian kedua. Yang kedua ini adalah varian yang originals. Saat saya coba, rasanya nyaris tawar saja, plus sedikit rasa bergaram begitu, tapi enggak sampai asin ya. Emmm… mirip-mirip rasa oralit lah… ha..ha…

Selama beberapa hari mengkonsumsi Gutacci alhamdulillah, kondisi perut aman-aman saja, meski sebelumnya saya terbilang sangat-sangat jarang konsumsi obat dan suplemen. Dan diikuti asupan buah dan sayur yang melimpah plus menambah waktu istirahat, saya dapat pulih dan lebih fit dalam beberapa hari saja.

7 tanggapan untuk “Vitamin C Yang Tepat Di Saat Yang Tepat

  1. Tanda-tanda harus mengonsumsi suplemen vitamin C gimana ya mak? Makanan alami masih belum cukup memenuhi ternyata ya? Lebih bagus suplemen cair atau yang padat ya?

    Suka

  2. Kalau saya sih, sebenernya sangat jarang. Baru kalo dah tepar banget sementara sudah memperbaiki asupan makanan juga, dan kesibukan menuntut saya segeraa fit, saat itu baru saya cari suplemen. Kalau soal yg terbaik dari sisi bentuk, saya belum pernah baca. yg saya tahu di bukunya dr. Tan, vit C yang berupa sodium ascorbate itu yg terbaik.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s