Lain Ladang Lain Belalang, Lain Orang Lain Oleh-olehnya

“Jangan lupa oleh-olehnya, ya”.

Demikian kalimat umum yang sering kita dengar tatkala kita berpamitan hendak bepergian, atau ketika orang lain tahu kita akan travelling. Kalimat yang sangat umum namun konon tak disarankan sebenarnya.

Oleh-oleh yang juga bisa disebut buah tangan adalah sesuatu yang sangat lumrah diberikan. Biasanya sepulang travelling dari luar kota, kita membawa oleh-oleh untuk teman-teman dekat dan keluarga. Begitu pula saat mengunjungi sanak famili dan handai taulan, sangat umum membawakan mereka oleh-oleh atau buah tangan.

Brownis Tape, Oleh-oleh Khas Bondowoso
Brownis Tape, Oleh-oleh Khas Bondowoso

Saya pun demikian. Membawakan oleh-oleh sudah menjadi kebiasaan, ya meski terkadang benda sederhana saja, sesuai bajet yang saya punya. Namun suatu saat saya punya pengalaman sangat berkesan dengan kebiasaan ini. Pengalaman sedikit getir, namun juga sangat berharga bagi saya. Begini ceritanya.

Saat itu kami mengujungi sanak famili di luar kota, nah pasti dong mengupayakan bawa buah tangan. Karena ini kunjungan kami yang kesekian, kami tidak ingin membawa benda yang sama, dong. Dan, karena di kota tersebut yang akan kami kunjungi tidak hanya 1 orang atau 1 keluarga tetapi ada banyak, maka saya merasa perlu mempertimbangkan apa yang sebaiknya saya bawa. Yang jelas harus sesuai dengan isi dompet dan semua bisa kebagian. Biasanya pilihan jatuh pada makanan, tapi apa ya?

Setelah berpikir panjang, pilihan jatuh pada brownis tape. Harganya terjangkau, brownis juga relatif banyak yang menyukai, dan awet beberapa hari pula. Lagipula, ketika kami membawakan brownis untuk seorang kawan, responnya bagus banget. Dia mengatakan, brownis tape ini lebih enak daripada brownis biasa, lebih moist begitu. Dan beberapa kawan juga bercerita, bahwa brownis tape khas Bondowoso yang mereka jadikan oleh-oleh saat berkunjung ke kerabat, mendapat sambutan sangat positif. Oke, kamipun memborong  berkotak-kotak brownis di  Pusat Oleh-oleh langganan kami.

Sampai di kota tujuan, satu persatu brownis kami berikan pada saudara yang kami temui. Semua responnya baik, enak, demikian kata mereka. Semua baik-baik saja, sampai kami berikan brownis kepada seorang saudara sebut saja namanya Lady BlaBlaBla. Ha..ha..

Sang lady aras-arasen mengunyah potongan brownisnya dan berkomentar, “mblenger”, katanya. Derr! Itu disampaikannya setelah satu dua gigitan brownis oleh-oleh saya tadi dimakannya dengan tak bersemangat. Lalu sisa potongan bekas digigitnya yang masih lumayan besar, digeletakkan begitu saja di meja.

Saya sedikit bingung mau bersikap bagaimana. “oh, enggak suka ya,” hanya itu yang terucap dari bibir saya sambil berusaha tetap dengan ekspresi normal. Meski saya tahu, dia tidak bermaksud menyinggung saya, namun ucapannya lumayan membuat saya kecewa. Ratusan kilometer saya membawanya, ternyata dia tak berkenan.

Yang menjadi pelajaran dari peristiwa ini, secara garis besar ada 2:

  • Dari sisi pemberi/yang membawa oleh-oleh:

Selera dan kebutuhan orang beda-beda, jadi jika memang memungkinkan sesuaikan oleh-oleh dengan selera orang yang akan menerima. Ketika oleh-oleh yang kita berikan ternyata kurang berkenan, ya ikhlaskan saja tak perlu sakit hati atau dipikirkan terlalu dalam.

  • Dari sisi penerima oleh-oleh:

Terimalah oleh-oleh dengan rasa syukur dan berterimakasihlah. Jangan pernah mengkritik atau mengemukakan pendapat negatif tentang oleh-oleh yang diberikan orang lain, karena sangat bisa jadi itu menyakiti perasaannya.

Nah, itu tadi pengalaman saya berkaitan oleh-oleh. Hampir bisa dipastikan saya tak akan membawakan brownis itu lagi buat Lady BlaBlaBla. Tapi, sebaiknya lain kali saya bawakan apa ya? Atau gak usah saja, daripada pusing ya. Mungkin begitu justru lebih irit. Alamaaaaakkk Murid Mak Irits ini mah…Yaa..jadi … begitulah. Lain padang lain belalang, lain orang lain oleh-olehnya. Ha…ha….

5 tanggapan untuk “Lain Ladang Lain Belalang, Lain Orang Lain Oleh-olehnya

  1. HAHAHHAHA…aga2k sedikit ga sopan ya org nya😀.. Aku trmasuk yg srg traveling mba… rutin. Temen2 kantor, keluarga dan sahabat udh pada tau kalo hobiku emg traveling… sebagian dr mrk sih udh bnyk yg tau diri utk ga slalu ngarepin oleh2…tp ada jg yg kdg ga inget kalo bagasi kita terbatas, dan lgs mesen oleh2 yg sbnrnya mahal dan makan tempat di koper.. yg bgini nih yg aku males.. kalo aku lg baik hati sih, aku beliin.. tp kalo udh gedeg bgt, wassalam aja😀

    Aku sendiri g prnh mau minta oleh2 k temen yg sdg kluar/wisata.. ya kalo dibawain aku trima dgn seneng hati, ga pun ya gpp🙂

    Suka

  2. hehe…sy tinggal di situbondo. dan sering bawa oleh2 tape ataupun olahan tape, seperti prol tape, tape bakar. klo brownis emang blm prnh seh.
    sebenarnya tape saja dah cukup krn tape bondowoso beda dg tape umumnya itu enak bgt….asalkan kita tau merk tape yg recomanded lho. Kmrn pas sy ke mlg bawa tape, awalnya seh reaksi tmn sy biasa aja kan tape…eh pas dia incipin kaget, katanya ‘eh…trnyata tapenya enak mb in…’. dan nambah deh…hehe

    Suka

  3. Iiih, mending buat Fenny mbak browniesnya😀 Makasih sudah ikutan #BirthdayGIVEAWAY Fenny mbak, tercatat ya🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s