ASUS ZenPower, Si Mungil Yang Handal

Bertahun-tahun sejak penggunaan PB mulai populer, saya belum pernah berfikir untuk menggunakan powerbank. Pasalnya, baterai gadget selalu aman dari berangkat di pagi hari, hingga kembali lagi ke rumah di sore atau siang hari. Jadi, powerbank belum menjadi kebutuhan bagi saya.

Namun kondisinya berubah beberapa bulan terakhir, penggunaan gadget tak lagi hanya untuk telepon, sms, dan sesekali motret. Smartphone sudah seperti piranti nomor dua setelah laptop bagi saya. Mulai dari sms dan telepon keluarga, sahabat, dan konsumen. Belum lagi berkomunikasi melalui WA atau bbm baik dengan konsumen, rekan kerja, sahabat, dan keluarga. Apalagi, saat ini sepertinya lagi hangat-hangatnya group WA yang kalau udah ngobrol itu bisa bikin sekarat batrai.

Kalau dulu saya lebih banyak menggunakan internet dengan laptop ataupun netbook. Sekarang tampaknya juga mulai bergeser kebiasaannya. Saat ini saya sering menggunakan internet, mulai dari browsing, bersocial-media sampai cek komen di blog menggunakan smartphone ataupun tab. Sebabnya? Ya karena kebutuhan untuk mobile semakin tinggi. Sementara tuntutan, terutama yang berhubungan dengan pekerjaan harus segera diselesaikan seolah tak mengenal tempat dan waktu.

Alasan baterai lemah dan belum sempat atau bisa ngecas sih, sudah enggak bisa menjadi sebab ditundanya beberapa pekerjaan. Memang enggak masalah, kalau saya sedang ada di kantor, rapat di hotel atau dalam ruangan-lah. At least saya masih bisa numpang ngecas. Tapi bagaimana kalau kejadian baterai lemah saat saya sedang nyemplung sungai untuk sampling? Wahhh… dimana bisa saya nge-cas??

Akhirnya toh saya harus mengakui bahwa memang PB mulai saya butuhkan. Eh tapi jujur rada parno juga sih pakai PB. Karena teman di grup WA sempat mengingatkan, jangan sering pakai PB, ntar gadget cepat rusak. PB merusak gadget, begitu kata teman tadi. Bener gak, sih? Browsing dan browsing akhirnya ketemulah info bahwa PB yang kurang berkualitaslah yang bikin gadget rusak. Okelah kalo begitu, pilihannya adalah saya harus cari PB yang bener-bener bagus dong.

ASUS ZenPower

Dan ketemulah dengan ASUS ZenPower ini. Pada pandangan pertama langsung cinta sama tampilannya yang simpel, elegan dan sungguh gaya. Apalagi saya dapat warna yang sheer gold yang secara kebetulan sama dengan warna cover ASUS Zenpone saya yang juga baru dapat hadiah dari pak suami. Ini yang namanya rezeki.  He…he…dilarang sirik yaaa

20150610_154243

Selain warna sheer gold seperti milik saya ini, ASUS ZenPower juga tersedia dalam berbagai warna pilihan lainnya. Ada Osmium Black, Glamor Red, Azure Blue, Brilliant Silver, tinggal sesuaikan saja dengan kesukaan.

Casing alumunium ASUS ZenPower dengan finishing anodized, selain tampil mewah dan ringan, ternyata juga memiliki kekuatan yang keren. Mampu menahan beban atau tekanan higga 60 kg. Artinya, dia akan aman jika berbenturan atau tertindih barang lainnya di dalam tas kita.

Selain bagian casing yang sangat kuat. Yang saya suka dari PB ini adalah soket yang juga kuat. Biasalah, risiko benda yang sering harus lepas pasang, biasanya kan rawan rusak di bagian ini. Nah, yang ASUS ZenPower punya ini sudah diuji dan oke hingga 5000 kali pemakaian.

20150610_154418

Soal ukuran, menurut saya relatif mungil meski memang masih agak tebal. Ukurannya ringkas hanya sebesar kartu kredit, dan ringan pula, hanya 215 gram. Dan saya suka, dengan ukuran mungilnya dia Berisikan sel baterai Panasonic berkapasitas10.050mAh. PB kawan saya di kantor yang kapasitasnya separuhnya saja, besarnya masih jauh lebih lebar dari ASUS ZENPOWER ini.

Untuk sebuah power bank, urusan charging menjadi hal penting, gak lucu kalau kudu menunggu terlalu lama untuk memenuhi gadget kita dengan sebuah PB. Nyaris percuma saja kapasitas superbesar hingga puluhan ribu mAh, namun arus keluaran yang kecil, misalnya 1 ampere sehingga membutuhkan waktu lama untuk charging-nya. Nah, ASUS ZENPOWER ini dilengkapi dengan fitur Ultra Fast Charging, keluarannya hingga 2,4 ampere sehingga lebih cepat pengisiannya. Dengan catatan menggunakan kabel yang mendukung. Sedangkan untuk pengisian PB nya sendiri, dengan menggunakan kabel standar 5V/2.4A, ASUS ZenPower dapat terisi penuh dalam waktu 5,5 jam. Atau 6 jam jika menggunakan kabel standar 5V/2A.

Satu yang selalu saya suka dari ASUS adalah soal perbandingan harga dan kualitas. Dengan harga bersahabat, ASUS biasanya bisa memberi kualitas lebih. Itu mengapa saya menggunakan ASUS mulai dari laptop notebook, smartphone hingga powerbank-nya. Untuk ASUS ZenPower ini kalau tidak salah, harganya hanya Rp269.000.

Nah, jika Anda seperti saya, butuh untuk tetap terhubung dan mobile dengan aktifitas tinggi pula, tampaknya benda yang satu ini bisa Anda pertimbangkan untuk dimiliki.

Iklan

14 tanggapan untuk “ASUS ZenPower, Si Mungil Yang Handal

  1. Sekitar 200 gram Mbak Arin. Kalau buatku sih, gak begitu berat 😀 ha..ha… soale tasku seringnya ransel 😀

    Suka

  2. assalamu’alaikum, salam kenal mbak…numpang sharing ya..pengen tahu brp lama mb pake smartphone asus?ada trouble ga selama itu? saya pengen pake juga tp dpt info kl smartphone asus bny trouble, salah satunya chip bisa mengembun…tlg bagi penglamannya yaa..terima kasih..wassalam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s